Terbaru

Kiat-Kiat Garap Skripsi mengenai Hukum Udara dan Antariksa

Mulai dari cara memperoleh literatur hukum hingga sejumlah rekomendasi isu untuk skripsi.

Oleh:
Ferinda K Fachri
Bacaan 4 Menit
Ilustrasi
Ilustrasi

Terdapat ragam isu hukum yang dapat dijadikan topik dalam tugas akhir atau skripsi mahasiswa Fakultas Hukum. Salah satu diantaranya yang menarik dan terbilang ‘jarang’ dilirik sejumlah mahasiswa hukum tingkat akhir adalah isu-isu terkait Hukum Udara dan Antariksa. Meski tidak dapat dipungkiri terdapat tantangan tersendiri dalam melakukan penelitian pada lingkup Hukum Udara dan Antariksa.   

Akademisi Program Studi S-1 Hukum Bisnis Internasional Universitas Prasetiya Mulya Ridha Aditya Nugraha membagikan sejumlah tips mengenai isu hukum ini.

“Ini karena sifatnya masih baru, peraturan juga terbatas, kadang (untuk mengakses literatur tertentu) berbayar mahal. (Namun) ada banyak tips untuk kreatif (dalam memperoleh literatur) ya. Misalkan (mahasiswa merupakan) anggota dari organisasi tertentu, contohnya ALSA, bisa saling berkolaborasi dengan divisi riset. Jadi sekaligus mendorong divisi riset kemahasiswaan itu tidak hanya riset-riset untuk pengabdian atau artikel, tapi paling dasar saling membagi data,” ujar Ridha kepada Hukumonline melalui sambungan telepon, Senin (19/9/2022).

Upaya lain yang dapat dilakukan untuk memperoleh bahan dalam penelitian mengenai isu Hukum Udara dan Antariksa ini ialah melalui dosen di kampus. Pasalnya, bisa jadi dosen tergabung dalam asosiasi hukum internasional atau organisasi lainnya yang kiranya dapat membantu mahasiswa melalui jejaring yang dimiliki untuk mendapat akses terhadap literatur tertentu yang diperlukan. Untuk itu, memang mahasiswa harus dapat lebih proaktif dalam mencari bahan-bahan yang diperlukan guna penelitian isu Hukum Udara dan Antariksa.

Baca Juga:

Di Indonesia sendiri, isu hukum antariksa yang banyak dijumpai Ridha di berbagai universitas adalah penulisan tentang Geostationary Orbit atau GSO. Sedangkan terkait hukum udara, sudah sangat sering dituliskan oleh mahasiswa Fakultas Hukum maupun tentara Angkatan Udara. Bahkan, sampai terdengar baru-baru ini ialah terkait Flight Information Region (FIR).

Ia menjelaskan meski mengkaji kedua isu yang sudah ‘populer’ itu tidaklah buruk, tapi alangkah baiknya jika mahasiswa yang berkeinginan untuk meneliti isu hukum udara dan antariksa untuk mengeksplorasi topik lain yang kiranya menjadi concern. Sebab itulah, ia kerap mendorong mahasiswanya untuk menulis isu hukum yang baru, menarik, dan bermanfaat bisa dipraktikkan di lapangan.

Tags:

Berita Terkait