Peran jurnalisme dinilai tidak lagi terbatas pada fungsi menyampaikan informasi kepada publik. Lebih luas, media berperan membentuk cara memahami isu-isu strategis, termasuk pendidikan. Narasi yang dibangun melalui pemberitaan dapat memperluas dampak berbagai inisiatif pendidikan sekaligus membentuk kesadaran kolektif tentang pentingnya pembangunan sumber daya manusia.
Demikian disampaikan Associate Vice President of Student Development, Alumni and Corporate Relations Universitas Pelita Harapan (UPH), Andry M. Panjaitan dalam acara Media Gathering UPH 2026, Jumat (6/3/2026).
“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada rekan-rekan media yang selama ini telah membantu menyuarakan berbagai inisiatif dan pencapaian UPH. Narasi yang kita bangun bersama telah memperluas dampak UPH, bukan hanya sebagai institusi akademik, tetapi sebagai komunitas pembelajar yang membentuk lulusan yang kompeten, berintegritas, dan memiliki hati untuk melayani,” ujarnya.
Andry berpandangan, media memiliki kontribusi penting dalam memperluas jangkauan gagasan dan kontribusi lembaga pendidikan kepada masyarakat. Melalui pemberitaan yang dibangun secara konsisten dan bertanggung jawab, berbagai program dan inisiatif pendidikan dapat menjangkau publik yang lebih luas.
Baca juga:
- FH UPH Raih Runner-Up International Law Moot Court Competition di UGM
- FH UPH Raih Juara 2 di Ajang Legal Opinion Lexellence x GANI AI 2025
Selain itu, hubungan antara dunia pendidikan dan media sebenarnya berada dalam satu ekosistem yang saling melengkapi. Perguruan tinggi berperan membentuk pemikiran, nilai, dan karakter generasi muda melalui proses pendidikan. Sementara media, berperan membangun ruang percakapan publik yang memengaruhi cara masyarakat memahami berbagai isu, termasuk arah pembangunan pendidikan.
Kemitraan antara kampus dan media tidak hanya berfungsi untuk menyebarkan informasi mengenai kegiatan institusi. Lebih dari itu, kolaborasi tersebut dapat memperkuat diskursus publik mengenai pendidikan sebagai isu strategis bagi masa depan bangsa.
“Pertemuan ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan perjumpaan dua dunia yang sama-sama berperan membentuk masa depan. Dunia kampus membentuk pemikiran dan karakter generasi muda, sementara dunia media membentuk percakapan publik serta kesadaran kolektif masyarakat,” kata Andry.
Menurutnya, narasi yang dibangun media memiliki kekuatan untuk memperluas pemahaman masyarakat tentang nilai dan tujuan pendidikan. Ketika pemberitaan tidak hanya menyoroti peristiwa, tetapi juga gagasan dan dampaknya, informasi yang disampaikan dapat mendorong kesadaran publik yang lebih konstruktif.
Untuk itu, dia mengajak berbagai pihak untuk merawat semangat kolaborasi lintas sektor demi menghadirkan dampak yang lebih luas bagi masyarakat.
“Di tengah perbedaan latar belakang dan peran, kita dipersatukan oleh satu tujuan, yakni menghadirkan dampak yang baik bagi masyarakat. Semoga kolaborasi yang telah terjalin dapat semakin erat, semakin berdampak, dan semakin bermakna bagi bangsa dan negara,” tegasnya.
Ketua Program Studi Psikologi UPH, Karel Karsten Himawan, menyoroti pentingnya menjaga keseimbangan emosional bagi jurnalis di tengah tuntutan kecepatan dan ketepatan informasi.
Dia menerangkan proses memaafkan diri sendiri merupakan bagian penting dalam perjalanan seseorang untuk memahami pengalaman hidup secara lebih utuh. Pengampunan tidak berarti menghapus pengalaman yang menyakitkan, melainkan membuka ruang untuk melihat pengalaman tersebut dari perspektif yang lebih sehat.
“Semoga melalui kegiatan ini, setiap kita dapat semakin terinspirasi untuk memahami makna sejati dari memaafkan dan belajar untuk selalu bersyukur dalam setiap keadaan,” tuturnya.
Sementara itu, Head of Corporate Communications UPH, Alexandra Tatgyana Suatan menambahkan, kemitraan dengan media merupakan bagian penting dari upaya universitas untuk memperluas dampak berbagai program pendidikan yang dijalankan. Berbagai kegiatan yang diselenggarakan UPH tidak hanya dimaksudkan sebagai agenda internal kampus, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi yang dapat menghadirkan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Kami berharap ke depan rekan-rekan media dapat terus berjalan bersama kami, berkolaborasi untuk menyebarluaskan nilai serta dampak dari setiap kegiatan dan inisiatif yang kami hadirkan, khususnya dalam sektor pendidikan tinggi, yang menginspirasi dan menjadi ruang bertumbuh,” pesannya.
UPH yakin pendidikan yang bersifat holistis tidak hanya berlangsung melalui proses akademik di dalam kampus, tetapi juga melalui ruang publik yang sehat dan percakapan dalam membangun kesadaran masyarakat. Nah, jurnalisme memiliki peran penting sebagai jembatan antara dunia akademik dan masyarakat luas. Melalui pemberitaan yang akurat, kontekstual, dan berdampak, media dapat membantu menghadirkan narasi pendidikan yang lebih konstruktif di ruang publik.
















