Konsisten Torehkan Prestasi Nasional, Delegasi FH UPH Raih Juara Esai KPK dan Debat DCLC VI 2025
Terbaru

Konsisten Torehkan Prestasi Nasional, Delegasi FH UPH Raih Juara Esai KPK dan Debat DCLC VI 2025

FH UPH memperlihatkan komitmennya dalam menyiapkan lulusan yang berintegritas, kompeten, serta berlandaskan nilai-nilai baik untuk berkontribusi nyata bagi bangsa.

Willa Wahyuni
Bacaan 4 Menit
 Mahasiswa FH UPH Alya Zaida Afandi (2024) dan Jesslyn Vircilya Chow (2024)  mearih Juara 3 pada Lomba Esai Dies Natalis ke-13 KPK. Foto: Istimewa
Mahasiswa FH UPH Alya Zaida Afandi (2024) dan Jesslyn Vircilya Chow (2024) mearih Juara 3 pada Lomba Esai Dies Natalis ke-13 KPK. Foto: Istimewa

Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH UPH) kembali menegaskan posisinya sebagai salah satu pusat pembinaan akademik hukum yang aktif melahirkan prestasi. Dalam rentang waktu yang berdekatan, mahasiswa FH UPH mencatat capaian penting di berbagai kompetisi hukum tingkat nasional dan internasional’

Mulai dari legislasi internasional, riset hukum internasional, hingga debat dan penulisan esai konstitusi. Rangkaian prestasi ini menunjukkan konsistensi penguatan kualitas akademik, analisis hukum, serta kemampuan advokasi mahasiswa.

Salah satu pencapaian terbaru terlihat dari keberhasilan Tim Delegasi FH UPH meraih Juara 3 pada Lomba Esai Dies Natalis ke-13 KPK yang diselenggarakan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga. Sebuah kompetisi tingkat nasional yang diikuti berbagai kampus besar seperti Universitas Brawijaya, Universitas Airlangga, Universitas Gadjah Mada, hingga sejumlah perguruan tinggi Muhammadiyah.

Tim FH UPH yang terdiri dari Jesslyn Vircilya Chow (2024) dan Alya Zaida Afandi (2024), mengangkat sub-tema terkait penghapusan presidential threshold dan implikasinya terhadap sistem presidensial Indonesia. Keduanya menyoroti persoalan konsistensi desain sistem presidensial serta menawarkan solusi normatif agar praktik demokrasi lebih berorientasi pada kedaulatan rakyat.

“Tema dan kasus tahun ini sangat menantang. Kami banyak melakukan riset mendalam terkait dinamika presidential threshold dan sistem presidensial. Pembelajaran selama perkuliahan membantu kami memahami isu konstitusional yang diperdebatkan,” ujar Jesslyn Vircilya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/11/2025).

Baca juga:

Kompetisi dibagi dalam dua tahap yaitu penulisan esai pada babak penyisihan, dan presentasi disertai tanya jawab secara daring bagi tiga tim yang terpilih. Pada final inilah Tim FH UPH berhasil meraih posisi ketiga.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info