Delegasi FH UPH lainnya, Alya Zaida menyebut pengalaman ini memperluas pemahaman mereka terhadap isu-isu politik hukum dan mengasah keterampilan analisis.
“Kompetisi ini bukan hanya soal substansi, tetapi juga manajemen waktu dan kerja sama tim. Kami berharap bisa terus berprestasi di kompetisi mendatang,” katanya.
Pengalaman mengikuti kompetisi ini menjadi kesempatan berharga bagi delegasi FH UPH lainnya. Marvino namanya. Kompetisi itu mengasah kemampuan analisis hukum sekaligus memperkuat kerja sama tim. Sepanjang perlombaan, ia dan tim mempelajari pentingnya strategi dalam menyusun argumen dan menawarkan solusi yang berbasis hukum.
Termasuk bagaimana menyampaikan presentasi secara efektif. Meski berbagai tantangan muncul, semangat mereka untuk terus belajar tidak pernah surut. Ia berharap dapat terus berpartisipasi dalam berbagai kompetisi berikutnya dan kembali menorehkan prestasi.
Prestasi tersebut, sekaligus menjadi momen untuk memotivasi diri bagi rim FH UPH dan generasi muda lainnya untuk terus bermimpi besar, bekerja keras, dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Rangkaian prestasi tersebut tidak lepas dari kerja keras para delegasi serta bimbingan dosen pembimbing, Dwi Putra Nugraha dan Franciscus Xaverius Wartoyo. Kemudian dukungan datang dari Marvino Nathanael Singgih serta anggota DARE UPH yang terus mendampingi setiap kompetisi hukum yang diikuti mahasiswa FH UPH.
Sabet Debat Nasional DCLC VI 2025
Tidak berhenti sampai disitu, Tim Delegasi FH UPH lainnya kembali mencatat prestasi melalui ajang Darma Cendika Law Competition (DCLC) VI 2025 yang diselenggarakan Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) pada Kamis (23/10/2025). Pada kompetisi debat hukum tingkat nasional tersebut, Tim FH UPH meraih Juara 3.
















