Vice President dari The Law Society of Singapore, Chia Boon Teck mengundurkan diri dari jabatannya setelah mendapat kecaman luas atas komentarnya terkait kasus pemerkosaan yang tengah menjadi perhatian publik di Singapura. Pernyataannya yang ditulis di akun LinkedIn-nya dianggap meremehkan dan menyalahkan korban.
Alhasil memicu gelombang kritik dari komunitas hukum dan masyarakat sipil. Banyak yang menilai ucapannya tidak pantas, mengingat posisinya sebagai pemimpin dalam organisasi bertanggung jawab atas standar etika dan profesionalisme di dunia hukum.
“Mr. Chia (Chia Boon Teck,-red) telah mengundurkan diri dari Council of The Law Society of Singapore pagi ini, dan Presiden telah menerima pengunduran dirinya. Pengunduran dirinya berlaku segera. Kami berterima kasih kepadanya atas jasa dan kontribusinya selama masa jabatannya di dewan dan mendoakan yang terbaik untuk usahanya di masa depan,” ujar perwakilan The Law Society of Singapore seperti dikutip dari pernyataan resminya di LinkedIn, Selasa (25/3/2025).
Kontroversi ini bermula dari unggahan Chia Boon Teck yang menyoroti kasus pemerkosaan yang telah disidangkan dan berujung pada putusan bersalah bagi pelaku. Dalam tanggapannya, Managing Director dari kantor hukum Chia Wong Chambers LLC ini mempertanyakan keputusan korban untuk bertemu pelaku melalui aplikasi kencan serta membuat komentar yang dianggap merendahkan dan menyudutkan korban.
Baca juga:
- Ini Kebijakan The Law Society of Singapore dalam Menghadapi Pandemi
- Singapore Law Society-Kadin Bahas Perkembangan Hukum Indonesia

Surat pernyataan dari The Council of The Law Society of Singapore soal mundurnya Chia Boon Teck
Unggahan tersebut menuai reaksi keras, dengan banyak pihak mendesak agar ia memberikan klarifikasi atau mengundurkan diri. Setelah tekanan publik yang semakin besar, ia akhirnya memilih mundur dari jabatannya.
Tanpa penjelasan atau permintaan maaf, postingan asli di akun Chia Boon Teck telah dihapus. Padahal, baik korban maupun seluruh komunitas hukum berhak mendapatkan klarifikasi atau permintaan maaf atas tindakannya tersebut.
















