Dia sadar kematian Yusuf sudah menjadi takdir. Namun, perempuan berhijab itu menuntut keadilan karena merasa kematian Yusuf akibat perlakuan kejam dari pelakunya. “Di mana keadilan untuk saya? Yusuf anak pertama saya. Saya 19 tahun merawatnya, anak kebanggan saya yang menjadi tumpuan saya. Tapi seketika hilang,” tuturnya.
Bertepatan dengan hari Hak Asasi Manusia (HAM), Endang berharap pelaku penyebab kematian M. Yusuf dapat segera diungkap agar kasus serupa tidak terulang kembali. “Karena itu, harapan besar saya terhadap Komisi III DPR dapat membantu dan mendorong kepolisian segera mengungkap pelakunya.”
Sementara ayah dari korban Randi, La Sali pun meluapkan keluh kesahnya. Menurutnya, meski pelakunya sudah diketahui, tapi proses penanganan kasus kematian anak lelakinya itu tidak transparan. Sebab, hingga kini pelakunya tak juga dimunculkan ke publik. Padahal, pihak keluarga penasaran atas pengungkapan pelaku kematian Randi termasuk peran pelakunya.
Keluarga, kata La Sali, berharap agar pelaku berinisial Brigadir AM tak hanya dicopot dari korps bhayangkara, tetapi juga diganjar hukuman berat. “Kepada Bapak Kapolri, supaya kejadian di Kendari ini tidak ditutup-tutupi dan sesuai dengan putusan pengadilan,” pintanya dengan suara gemetar.
Harus ditindaklanjuti
Wakil Ketua Komisi III DPR Desmon Junaedi Mahesa mengaku prihatin dan berduka atas kematian Yusuf dan Randi. Sebagai mantan aktivis, Desmon merasakan pilunya perasaan orang tua ditinggal anak lelaki berjuang melalui aksi unjuk rasa. Dia sangat menghargai langkah orang tua Yusuf dan Randi ke Jakarta menuntut keadilan.
Desmon berjanji bakal memberikan perhatian khusus terhadap kematian Yusuf dan Randi dan melaporkannya kepada Kapolri Jenderal (Pol) Idham Aziz. Tentunya, melalui rapat-rapat dengan Kapolri yang digelar di Komisi III DPR. Setidaknya, pihaknya akan meminta progress penanganan kasus kematian Yusuf yang belum terungkap pelakunya dan kematian Randi. “Secara pribadi, saya akan saya telepon Kapolri,” kata Desmon.
Apalagi, kata dia, Sulawesi Utara menjadi daerah pemilihan (dapil) beberapa anggota dewan di Komisi III agar bisa memberi perhatian khusus terhadap penuntasan kasus tersebut. “Saya akan buat catatan ke anggota DPR Dapil Sulawesi Utara. Dan saya pribadi akan mengingatkan ini kepada Kapolri,” tegasnya.
















