Peliknya situasi global selama tahun 2022, tidak kemudian mematikan api semangat Indonesia untuk memberikan kontribusinya terhadap dunia. Salah satu yang paling disoroti ialah peperangan yang terjadi melibatkan Ukraina dan Rusia. Sengitnya hubungan antar negara yang kian memanas itu mendulang atensi berbagai negara dunia.
“Secara konsisten, Indonesia menyampaikan pentingnya penghormatan prinisp integritas wilayah dan kedaulatan negara lain. Secara konsisten Indonesia mengajak pihak-pihak terkait untuk memulai pembicaraan damai dan menghentikan perang,” ujar Menteri Luar Negeri RI (Menlu) Retno Lestari Priansari Marsudi dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri, Rabu (11/1/2023).
Dalam kondisi tersebut, Indonesia terus berupaya agar reintegrasi ekspor grains dari Ukraina dan gandum serta pupuk dari Rusia dapat dilakukan. Oleh karena itu, disampaikan dalam kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang dilakukan ke Kyiv, Ukraina, dan Moskow, Rusia pada Juli 2022 lalu.
Kontribusi yang dilakukan Indonesia dalam isu perang di Ukraina tidak berhenti di situ. Menjadi wujud kepedulian kemanusiaan, Indonesia menyalurkan bantuan berupa tunai, obat-obatan, alat kesehatan, sampai dengan komitmen rekonstruksi rumah sakit di Ukraina.
Perhatian yang disalurkan pemerintah Indonesia tak hanya berkutat di situ, namun juga memandang isu internasional lainnya. “Untuk Afghanistan, selain bantuan kemanusiaan, Indonesia terus aktif mendukung rakyat Afghanistan terutama kaum perempuan Afghanistan. Antara lain melalui dialog ulama trilateral Afghanistan, Indonesia, Qatar di Doha,” terang Menlu.
Kemudian Indonesia secara aktif berpartisipasi dalam misi ulama OKI ke Kabul; penandatanganan dengan Qatar untuk perkuat bantuan kemanusiaan; dan pengembangan kapasitas bagi Afghanistan. Pada bulan Desember 2022 lalu bahkan telah diselenggarakan International Conference on Afghan Women Education untuk mendukung pendidikan bagi perempuan Afghanistan.
“Terkait Palestina, dukungan terhadap perjuangan bangsa Palestina terus dilakukan. Bantuan kemanusiaan diberikan dalam bentuk hibah sebesar Rp 14,4 miliar untuk penanganan dampak pandemi. Rp 7,2 miliar melalui ICRC. Rp 3 miliar dialokasikan setiap tahun untuk pengungsi Palestina melalui UNRWA.”
Berkenaan dengan pemajuan HAM di tingkat kawasan dan global di tahun 2022 lalu terus menjadi perhatian Indonesia. Sebut saja melalui Universal Periodic Review siklus keempat, Regional Seminar UN Convention Against Torture, Regional Conversation on Human Rights, dan ASEAN Human Rights Dialogue 2022.
Indonesia juga telah kembali menyelenggarakan Bali Democracy Forum ke-15 dimana secara terbuka disampaikan pencalonan diri kembali Indonesia sebagai anggota Dewan HAM PBB untuk periode 2024-2026. “Indonesia mengharapkan dukungan semua negara anggota PBB terhadap pencalonan ini,” kata dia.
Bergeser pada ASEAN, Retno menyampaikan apresiasi Indonesia terhadap kamboja yang selama melaksanakan masa keketuaannya telah dilangsungkan dengan baik. Salah satunya perihal upaya mendorong 5 PCs (5-Point Consensus) untuk Myanmar. Tahun lalu, pengimplementasian 5 PCs juga telah didorong Indonesia secara terus menerus.
“Antara lain melalui inisiasi pertemuan para Menteri Luar Negeri di Jakarta dan Phnom Penh, dan pertemuan tingkat Leaders di Phnom Penh November tahun lalu. ASEAN kecewa. Terlepas dari upaya ketua dan semua negara anggota ASEAN, implementasi 5 PCs oleh Junta Militer Myanmar tidak mengalami kemajuan signifikan,” ungkap Menlu.
Sebaliknya, terjadinya situasi Myanmar dewasa ini yang kian sulit berimbas pada penyelesaian isu Rohingya juga tidak kunjung mengalami kemajuan. Dalam 3 bulan terakhir, Indonesia menerima tambahan 644 orang pengungsi Rohingya. Dengan demikian, terdapat total 1.500 migran etnis Rohingya yang diregistrasi di Indonesia. “Isu Rohingya tidak akan dapat diselesaikan jika akar masalah di Myanmar tidak diselesaikan,” tegasnya.
Sehubungan dengan ASEAN, penginisasian Indonesia terhadap rekomendasi high level task force ASEAN juga patut jadi sorotan. Supaya nantinya dapat dilakukan penguatan kapasitas dan efektivitas kelembagaan ASEAN. Dengan membuat 4 elements visi ASEAN pasca 2025 dan peningkatan kemitraan ASEAN-Amerika Serikat menjadi komprehensif dan strategis.
“Indonesia menyambut baik penerimaan secara prinsip keanggotaan Timor Leste di ASEAN. Untuk Indo Pasifik, Indonesia terus mendorong kerja sama konkrit yang inklusif dalam implementasi ASEAN Outlook on the Indo-Pasific (AOIP). Implementasi AOIP harus diarusutamakan dalam semua kegiatan ASEAN. Atas inisiatif Indonesia, telah disepakati ASEAN Leaders Declaration on Mainstreaming Four Priority Areas of The ASEAN Outlook on The Indo-Pasific Within ASEAN-Led Mechanisms.”
















