KPK tak hanya menyediakan mobil dan ruang bagi para tahanan perkara korupsi yang digarap lembaga itu. Seragam bagi para tahanan juga tengah disiapkan KPK. Sekalipun lama ide itu pernah ditawarkan publik pada KPK.
Seragam tahanan ini tak beda dengan seragam tahanan lembaga penegak hukum lain. Perbedaan hanya pada tulisan di bagian belakang baju yang tertulis berukuran besar, ‘Tahanan KPK’.
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengungkapkan tujuan penggunaan seragam tahanan ditujukan untuk menimbulkan efek jera terhadap pelaku tindak pidana korupsi.
Bukan hanya baju tahanan, agar efek jera bisa dirasakan para koruptor, Bambang juga mengusulkan tiap tahanan diborgol saat tiba maupun meninggalkan gedung KPK. "Jangan lagi orang ditangkap masih bisa melambaikan tangan dan senyum," ujarnya kepada wartawan, akhir pekan lalu, Jumat (13/7).
Mengenai seragam tahanan itu, Juru Bicara KPK Johan Budi mengatakan komisi mendesain sendiri baju tersebut. Kemudian, dihasilkan enam desain. "Akan dipilih salah satu atau dua," katanya, Senin (16/7).
Dia menambahkan dua desain terpilih akan berbeda peruntukan. Desain yang satu dipakai para tahanan saat berada di rutan. Dan satu baju lagi dikenakan saat tahanan tersebut menunggu persidangan di pengadilan.
KPK juga merencanakan desain berbeda bagi desain seragam tahanan terpilih. Seragam bagi tahanan wanita akan berbeda dengan tahanan pria. "Yang laki dengan lengan pendek, sedangkan perempuan lengan panjang."
Hanya saja, KPK membebaskan terdakwa korupsi tak mengenakan seragam tahanan KPK ketika menjalani persidangan.
Johan menuturkan, seragam tahanan ini akan dipakai setiap hari oleh tersangka KPK. Dikenakannya seragam tahanan ini untuk menunjukkan bahwa yang bersangkutan merupakan tahanan lembaga antikorupsi tersebut.
Menurut Johan, perlakuan itu dikarenakan kebiasaan para terdakwa mengenakan baju milik sendiri dan pantas saat bersidang.
Terkait pengadaan baju tahanan, menurut Johan, tengah dibahas. Rencananya baju yang akan dibuat sekitar 100 sampai 200 buah. Dengan estimasi harga awal sekitar Rp50 ribu per baju. "Dananya tidak besar kok,” tukasnya.
Rencana pengenaan seragam bagi para tahanan KPK pernah ditawarkan ICW pada pertengahan 2008. Para pegiat antikorupsi di lembaga itu langsung mendatangi KPK dan menawarkan delapan desain seragam tahanan KPK.
Tiga diantaranya diminati KPK. Namun, minat itu masih harus dibahas di internal KPK. Tapi, KPK keburu terkena badai karena sejumlah pimpinan KPK terkena masalah hukum. Rencana itu pun tertunda.
ICW menilai kewajiban para tahanan KPK menggunakan seragam dimaksudkan untuk memberikan sanksi sosial pada koruptor. Sehingga memunculkan efek jera. Sekaligus mengikis perlakuan istimewa bagi para tahanan kasus korupsi.
Sudah menjadi rahasia umum, koruptor yang mendekam di penjara mendapat perlakuan istimewa. Semisal, sel mewah milik Artalytha Suryani.
















