Kunjungi Hukumonline, ILUNI FHUI Bahas Pencalonan Anggotanya dalam Pemilihan Caketum ILUNI UI
Terbaru

Kunjungi Hukumonline, ILUNI FHUI Bahas Pencalonan Anggotanya dalam Pemilihan Caketum ILUNI UI

Hadirnya anggota ILUNI FHUI dalam kontestasi pemilihan Caketum ILUNI UI bisa membawa warna baru dan meningkatkan level UI secara keseluruhan.

CR 34
Bacaan 3 Menit
Ketua Umum ILUNI FHUI Yusuf Didi Setiarto saat berkunjung ke kantor Hukumonline, Kamis (26/6). Foto: RES
Ketua Umum ILUNI FHUI Yusuf Didi Setiarto saat berkunjung ke kantor Hukumonline, Kamis (26/6). Foto: RES

Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (ILUNI FHUI) yang dipimpin oleh Ketua Umum Yusuf Didi Setiarto melakukan kunjungan ke kantor Hukumonline di Jakarta, Kamis (26/6/2025). Dalam kesempatan tersebut, hadir pula Calon Ketua Umum (Caketum) Ikatan Alumni Universitas Indonesia (ILUNI UI), Pramudya A. Oktavinanda, yang berbagi visi dan programnya dalam rangka memperkuat organisasi alumni kampus tertua di Indonesia ini.

Pramudya menegaskan tekadnya untuk membawa ILUNI UI menjadi institusi yang lebih inklusif, kuat, dan berdampak secara nasional maupun internasional. Kecintaannya terhadap UI menjadi motivasi, apalagi adanya proses konvensi ILUNI FHUI yang memberinya dorongan serta dukungan institusional. Meski bukan figur dari lingkaran elite alumni sebelumnya.

"Konvensi ini membuka jalan bagi kolaborasi lebih luas antar alumni lintas fakultas," kata pria yang disapa Pram saat berbincang dengan Hukumonline.

Baca juga:

Salah satu fokus utama Pram apabila terpilih sebagai Ketua Umum ILUNI UI adalah mengatasi lemahnya keterlibatan alumni. Data menunjukkan dari lebih 500 ribu alumni UI, hanya sekitar 11 ribu terdaftar dalam daftar pemilih tetap (DPT). Padahal, menurutnya jika semua dapat terserap menjadi anggota ILUNI UI akan memiliki potensi besar. Selain itu, dia pun akan menerapkan prinsip manajemen terstruktur dan efisien di ILUNI UI, sehingga ketika masa jabatannya usai, organisasi tersebut dapat berkembang secara berkelanjutan. "Institusi harus abadi, manusia bisa hilang tapi institusi harus tetap hidup," jelasnya.

Hukumonline.com

Calon Ketua Umum ILUNI UI Pramudya A. Oktavinanda. Foto: RES

Dia pun memperkenalkan visi "Breaking Barriers, Connecting Colors" sebagai semangat menghapus sekat antar fakultas dan membangun kolaborasi lintas disiplin. Nantinya, dengan data pemetaan alumni dapat memudahkan dalam memperluas potensi kolaborasi. "ILUNI UI harus membangun kolaborasi yang kuat," tegasnya.

Dia menilai bahwa organisasi alumni harus memiliki sumber daya yang memadai untuk profesionalisme kerja. Oleh karena itu, salah satu targetnya adalah membangun endowment fund (dana abadi) agar ILUNI bisa memiliki dana operasional yang stabil, seperti yang telah dimiliki oleh Fakultas Ekonomi UI. Serta, perlu juga mendirikan sistem bantuan bagi alumni yang sedang mengalami kesulitan. Solidaritas alumni harus diwujudkan dalam bentuk nyata, bukan hanya slogan.

"Dana abadi bisa kita gunakan untuk mendukung alumni yang tidak seberuntung lainnya. Ini soal keadilan dan empati dalam jaringan alumni," tambahnya.

Pram juga mengakui bahwa menjadi pemimpin berarti siap menghadapi kritik dan ketidaksetujuan terhadap keputusan yang telah dipilihnya. Menurutnya, pemimpin yang baik adalah mereka yang tetap bisa mengambil keputusan walau tidak semua orang senang. "Kalau kamu ingin menyenangkan semua orang, kamu akan gagal menyenangkan siapa pun. Jadi pemimpin itu harus tahan kritik, harus punya prinsip, dan harus bisa mengeksekusi. Dan saya siap untuk itu," tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum ILUNI FHUI, Yusuf Didi Setiarto menekankan bahwa dukungan ILUNI FHUI terhadap Caketum ILUNI UI ditentukan melalui konvensi yang adil dan transparan. Konvensi diselenggarakan oleh panitia independen dan panelis yang dipilih dari berbagai elemen organisasi untuk menjaga netralitas.

“Tidak ada syarat formal untuk mendapatkan dukungan, ini murni inisiatif internal yang berbasis objektivitas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Didi menjelaskan, bahwa tidak ada larangan apapun bagi alumni yang ingin mencalonkan diri sebagai Caketum ILUNI UI. Konvensi adalah mekanisme yang terbuka berbasis musyawarah-mufakat dari para panelis yang hadir. “Saya tidak dalam posisi melarang siapapun. Kalau ingin maju, silakan. Saya tidak mau tiba-tiba memberikan dukungan hanya karena subjektivitas pribadi,” ujarnya.

Dengan positioning strategis Anggota ILUNI FHUI dalam kontestasi pemilihan Caketum ILUNI UI, Didi berharap alumni FHUI bisa membawa warna baru dan meningkatkan level UI secara keseluruhan. "Kita harus percaya, ilmu hukum dan institusi fakultas ini punya kontribusi besar terhadap perjalanan bangsa,” pungkasnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info