Dalam perkara strategis yang melibatkan pengujian undang-undang di Mahkamah Konstitusi, ia menjadi bagian dari tim yang menangani isu dengan implikasi luas terhadap lanskap hukum, politik, dan ekonomi. Kondisi itu nyaris tidak memberi ruang untuk kesalahan, kemampuan untuk menyelaraskan analisis hukum, kepentingan komersial, dan dinamika regulasi menjadi kunci.
Pengalaman Liza mencakup penyusunan strategi litigasi dan arbitrase dalam kontrak kompleks, penanganan sengketa pertambangan dan konstruksi, serta isu perizinan dan kebijakan pemerintah. Ia juga terlibat dalam proyek lintas negara, termasuk dengan investor asing dan regulator Indonesia, yang menuntut ketajaman strategi sekaligus kepekaan terhadap risiko jangka panjang.
Jejak pengalaman yang ia bangun sejak awal kariernya tidak berhenti sebagai pencapaian semata, melainkan menjadi fondasi yang terus ia kembangkan dalam peran profesionalnya saat ini. Pengakuan yang pernah ia terima sebelumnya tidak menjadi titik akhir, tetapi justru mendorongnya untuk memperluas cara berpikir dan dampak yang ia ciptakan dalam lingkungan yang terus berkembang.
Di tengah tekanan kerja, tuntutan klien yang serba cepat, dan keputusan diambil secara presisi, banyak yang memilih solusi instan. Liza sebaliknya, mengambil jalan lebih sulit namun bertanggung jawab, berpikir beberapa langkah ke depan. Baginya, solusi baik tidak hanya menutup masalah hari ini, tetapi juga mencegah persoalan baru di masa depan alias mencerminkan pemikiran strategis sebagai fondasi dampak yang berkelanjutan.
Bukan Sekadar Sistem dan Regulasi
Dalam banyak ruang profesional, laki-laki sering fokus membangun posisi dan reputasi. Liza sebaliknya, membawa energi berbeda. Ia percaya perempuan di dunia hukum tidak hanya maju sendiri, tetapi juga ‘passing the baton’. Yakni mewariskan cara berpikir, membuka jalan, dan menciptakan ruang bagi generasi berikutnya.
Keberlanjutan sesungguhnya bukan hanya soal regulasi atau sistem formal, tetapi bagaimana nilai, pengetahuan, dan integritas diteruskan lintas generasi. Industri hukum membutuhkan lebih dari kecerdasan. Tapi membutuhkan pula mereka yang berani meninggalkan stigma lama. Perempuan, dengan kombinasi strategi dan empati, sering menjadi penjaga kesinambungan itu.
Komitmen tersebut juga tercermin dalam keterlibatannya dalam berbagai inisiatif yang mendorong inklusivitas dan kesetaraan di lingkungan profesional. Bagi Liza, keberlanjutan tidak hanya berbicara tentang sistem atau regulasi, tetapi tentang bagaimana nilai, pengetahuan, dan integritas terus diwariskan dan dihidupkan dalam praktik sehari-hari.
















