Upacara wisuda Periode XII Tahun Akademik 2024-2025 Universitas Brawijaya pada Minggu (22/12/2024) kemarin menjadi momen istimewa bagi M. Abdurrahman Husain Al Habsyi. Mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2020 ini berhasil meraih predikat wisudawan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna yakni mencapai 3,99.
Pria yang akrab disapa Abdu mengungkapkan kunci keberhasilannya dalam menempuh pendidikan sarjana hukum yakni menyimak penjelasan dosen, mengulangi materi yang diajarkan, dan berdiskusi studi kasus merupakan tiga tahap yang harus dilakukan agar mahasiswa dapat memahami materi perkuliahan.
“Dengarkan dosen di kelas, baca sedikit, lalu baca lagi di waktu senggang, dan diskusi dengan teman-teman. Ini cara belajar saya waktu S1 yang membuat saya lebih paham soal materi perkuliahan,” ujar M. Abdurrahman Husain Al Habsyi kepada Hukumonline, Senin (23/12/2024).
M. Abdurrahman Husain Al Habsyi.
Baca Juga:
Fariss Febrian, Anak Pedagang Jalanan Jadi Lulusan Terbaik FH Unnes
Yashinta Kosmanto, Wisudawati Terbaik FH Universitas Trisakti Bersiap Studi Magister ke Luar Negeri
Selama berkuliah, pria yang akrab disapa Abdu ini aktif berpartisipasi dalam berbagai lomba akademik, seperti kepenulisan dan debat hukum. Dari pengalaman tersebut, membantunya meningkatkan kepercayaan diri dan meningkatkan motivasi untuk terus mendalami ilmu hukum. Beberapa gelar lomba tingkat nasional berhasil Abdu raih antara lain juara 2 Lomba Debat Hukum Tingkat Nasional di Fakultas Hukum Universitas Pancasila dan Juara 2 Lomba Opini Pekan Hukum Nasional di Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.
"Ikut lomba itu penting untuk melatih mental, memahami kualitas mahasiswa dari kampus lain, dan memperkuat pemahaman terhadap hukum. Kemudian, teman-teman juga jangan takut bertanya atau menjawab di kelas,” kata Abdu.
Abdu, yang berasal dari Sidoarjo ini merupakan satu-satunya di keluarga yang meraih gelar sarjana hukum. Menurutnya, dengan mengantongi gelar sarjana hukum memberi pilihan karier yang luas. "Saya memilih hukum karena ini jurusan yang tidak ada matematikanya dan kariernya bisa diarahkan ke banyak bidang, seperti menjadi pengacara atau penguasa (birokrat, red)," jelasnya sambil tersenyum.
















