Ibarat pepatah, pengalaman adalah guru terbaik. Pengalaman bisa membentuk jalan hidup seseorang. Maka, rasanya pun tak aneh, jika dibalik kesuksesan seseorang, terselip cerita-cerita menarik. Kisah itu seakan menjelaskan alasan setiap orang untuk sampai pada titik tertinggi di hidupnya.
Demikian pula yang terjadi pada Fariss Febrian. Dia adalah wisudawan terbaik dari Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes) Tahun 2024. Pria berdarah Sumatera Barat ini menyelesaikan studi 3 tahun 11 bulan dengan IPK 3,91.
Dalam tugas akhirnya, dia mengangkat tema kekinian terkait pilkada dan narapidana dalam pemilihan umum yang berjudul “Penilaian Konstitusional Hak Mencalonkan Diri Mantan Narapidana pada Pemilihan Umum di Indonesia Pasca Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 87/PUU-XX/2022 Berdasarkan Perspektif Good Election”.
Baca juga:
- Yashinta Kosmanto, Wisudawati Terbaik FH Universitas Trisakti Bersiap Studi Magister ke Luar Negeri
- Oliviani Yanto, Wisudawati IPK Tertinggi yang Dipercaya Jadi Asisten Dosen FH UKSW
- Adry Adiananta, Wisudawan Terbaik FH Undip yang Punya Mimpi Jadi Negarawan
Ketertarikannya terhadap dunia hukum sudah dia rasakan sejak duduk dibangku SD, ingin menjadi seorang pengacara. Dalam pikiran Fariss kecil kala itu, advokat adalah seseorang yang berpikir kritis dan memiliki skill komunikasi yang luar biasa.
“Mereka bisa memaparkan apa yang dipikirkan dengan bahasa yang luar biasa. Kayak keren aja,” aku Fariss kepada Hukumonline.
Keinginan itu pun semakin menguat saat dirinya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Subang. Sebuah peristiwa getir menjadi pukulan telak sekaligus titik balik dalam hidupnya.
















