Sementara itu, Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UGM mengeluarkan pernyataan yang menyampaikan duka cita atas meninggalnya Argo selaku korban dalam insiden kecelakaan yang menyeret mahasiswanya, Christiano Tarigan, mahasiswa Ilmu Ekonomi pengendara mobil BMW yang menabrak korban hingga meninggal dunia.
“FEB UGM menyerahkan sepenuhnya proses penanganan peristiwa ini kepada pihak berwenang, dan mendukung penuh upaya penyelidikan yang adil sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” tulis Dekanat FEB UGM dalam pernyataan resminya.
Dalam hal ini, FEB UGM mengaku telah menjalin komunikasi dan koordinasi lebih lanjut dengan pihak Rektorat dan FH UGM.
Adapun kecelakaan yang menewaskan Argo langsung menyulut reaksi luas di media sosial, khususnya platform X (sebelumnya Twitter). Warganet ramai-ramai menggunakan tagar #JusticeForArgo untuk menyerukan keadilan bagi korban dan menuntut transparansi dari pihak kepolisian dalam menangani perkara ini.
Kasatlantas Polresta Sleman, AKP Mulyanto, memberikan penjelasan mengenai kecelakaan lalu lintas yang menewaskan Argo. Menurutnya, kecelakaan berawal ketika sepeda motor Honda Vario milik Argo melaju dari arah selatan menuju utara di sisi barat jalan. Pada saat itu, diduga Argo bermaksud untuk memutar balik arah laju kendaraannya kembali ke arah selatan. Namun, dalam waktu yang hampir bersamaan, dari arah yang sama melaju mobil BMW yang dikemudikan oleh Christiano. Mobil tersebut datang dari belakang dalam kecepatan tinggi.
Akibat jarak antara keduanya sudah terlalu dekat, pengemudi mobil BMW tidak dapat menghindari tabrakan. Mobil tersebut langsung menghantam sepeda motor Vario yang kemudian terpental akibat benturan. Setelah menabrak motor, mobil BMW tersebut kehilangan kendali, oleng ke arah timur, lalu menabrak mobil Honda CRV yang saat itu sedang terparkir di tepi jalan.
Akibat dari kecelakaan tersebut, Argo mengalami luka berat di bagian kepala dan dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
















