Berita

Mengenal Lebih Jauh Slogan OMOV Peradi-RBA: Demokratis, Modern, dan Milenial

Konsep ini memberikan hak kepada setiap orang tanpa memandang asal usul dan latar belakangnya. Dengan kata lain, dalam sebuah lembaga atau organisasi, semua orang mendapatkan nilai yang sama.

Oleh:
CT-CAT
Bacaan 2 Menit
Panitia Munas III Peradi RBA menggelar rapat. Foto: RES.
Panitia Munas III Peradi RBA menggelar rapat. Foto: RES.

Dalam dunia pemilihan, ‘one man one vote’ (OMOV) sebenarnya bukanlah hal baru. Kendati banyak yang menganggap konsep ini sulit dilakukan, faktanya, OMOV dapat diselenggarakan dengan syarat: jujur dan adil.

 

Mulanya, istilah OMOV digunakan oleh pemimpin serikat buruh Inggris, George Howell dalam pamflet politik pada tahun 1880. Pada saat itu, OMOV dapat diterjemahkan sebagai ‘satu orang, satu suara’. Konsep ini memberikan hak kepada setiap orang tanpa memandang asal usul dan latar belakangnya. Dengan kata lain, dalam sebuah lembaga atau organisasi, semua orang mendapatkan nilai yang sama.

 

Perhimpunan Advokat Indonesia-Rumah Bersama Advokat (Peradi-RBA) di bawah kepemimpinan Luhut Pangaribuan dengan jelas menyatakan akan menggelar proses pemilihan berkonsep OMOV. Keputusan ini sesuai dengan Amandemen UUD 1945 pasal 28 mengenai Kebebasan Memilih dan Berpendapat, sebab para advokat memiliki hak satu suara untuk mencari pemimpinnya.

 

Di tahun ini, OMOV mengusung slogan ‘Demokratis, Modern, dan Milenial’.   

 

1. Demokrasi

Secara etimologis, demokrasi berasal dari bahasa Yunani, dēmokratía. Dēmokratía terbentuk dari dêmos (rakyat) dan kratos (kekuatan atau kekuasaan), sehingga dēmokratíadapat diterjemahkan sebagai ‘kekuasaan rakyat’. Pada masa itu, demokrasi yang dipraktikkan berbentuk demokrasi langsung (direct democracy), sehingga hak untuk membuat keputusan politik (atau pemerintahan) dijalankan secara langsung oleh seluruh rakyat atau warga negara.

 

Adapun beranggotakan advokat berintegritas, berkualitas, dan cerdas, Peradi-RBA mengakomodasi hak anggotanya untuk memilih ketua umum secara langsung.

 

2. Modern

Melalui penggunaan teknologi, modernisasi mengubah hal-hal yang sulit dilakukan menjadi lebih mudah. Hal yang sama berlaku di dunia hukum. Itu sebabnya, para advokat harus adaptif, melalui sikap, cara berpikir, dan bertindak mengikuti perkembangan zaman. Salah satu wujudnya, yakni dengan pemilihan bersistem e-voting.

 

3. Milenial

Milenial sering kali disebut ‘echo boomers’ yang dikenal dengan pola pikir terbuka, pendukung kesetaraan hak, memiliki rasa percaya diri tinggi, mampu mengekspresikan perasaan, liberal, optimis, dan mau menerima ide atau pendapat. Begitupun dengan Peradi-RBA. Pemilihan calon ketua umum melalui OMOV bersistem e-voting membuktikan Peradi-RBA terbuka dan menyambut baik perubahan yang datang dari para advokat milenial.

Halaman Selanjutnya:
Tags:

Berita Terkait