‘Mengintip’ Kehidupan Mahasiswi Hukum Indonesia di AS
Rechtschool

‘Mengintip’ Kehidupan Mahasiswi Hukum Indonesia di AS

Meski sibuk dengan belajar setiap hari, beberapa mahasiswi masih menyempatkan diri untuk ‘bersosialisasi’ di akhir pekan.

ALI
Bacaan 2 Menit

“Terasa banget sekolah di sini, law school susah banget. Bacaan dan tugasnya benar-benar membuat kita setiap hari harus belajar. Kalau nggak, nggak mungkin kekejar,” tuturnya.

Meski begitu, Meza –sapaan akrabnya- menuturkan dirinya masih sempat meluangkan waktu untuk ‘hang out’ dengan mahasiswa internasional lainnya. Biasanya, ia khusus meluangkan waktu untuk melepas penat setiap hari Sabtu.

“Kuliah itu sampai Senin hingga Jumat. Sabtu nggak belajar, waktunya main. Minggu sore sudah harus mulai lagi belajar,” paparnya melalui sambungan Skype.

Meza merasa mesti meluangkan waktu untuk ‘hang out’ dengan mahasiswa-mahasiswa internasional dari negara lain bukan hanya untuk menghabiskan waktu, melainkan membangun koneksi dengan mereka. “Ya, itu tujuannya untuk berteman dan membangun koneksi. Karena koneksi di sini itu penting,” ujarnya.

Bahan Bacaan Wajib
Herliana Omara yang mengambil program Phd (Strata 3) di Law School University of Washington mengaku masih ‘berjuang’ dengan banyaknya bahan bacaan yang disajikan oleh para dosennya.

“Setiap hari kuliah dengan bacaan banyak, ada tugas lain seperti menulis dan menyiapkan presentasi. Jadi, kadang nggak kepegang bacaannya,” tutur alumnus Fakultas Hukum Universitas Gajah Mada ini.  

Wanita yang telah memperoleh gelar master hukum dari sebuah universitas di Australia ini menjelaskan bahan yang harus dibacanya setiap hari sangatlah banyak. “Ada satu mata kuliah yang bukunya ada enam. Dan itu tebal-tebal semua. Setiap ada kelas, biasanya kita harus membaca sebelum kelas sebenyak 200 halaman,” ungkapnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info