Profesi penasihat hukum internal atau in-house counsel kian memegang peranan strategis dalam lanskap bisnis dan regulasi di Indonesia. Para in-house counsel dituntut menjadi mitra strategis dalam pengambilan keputusan bisnis, menjaga tata kelola, sekaligus mendorong inovasi yang beretika.
Isu ini akan menjadi fokus utama dalam In-House Counsel Summit & Awards (IHCSA) 2025 yang digelar Indonesian Corporate Counsel Association (ICCA) di Bali pada 2-3 Oktober 2025. Bahkan perhelatan acara tersebut sekaligus menjadi ajang kolaborasi regional bersama Asia Pacific Corporate Counsel Alliance (APPCA).
Mengusung tema 'Agility in Convergence 2026', acara tahun ini akan menampilkan diskusi panel, forum, dan lokakarya yang mengeksplorasi persimpangan yang semakin kompleks antara hukum, bisnis, dan teknologi. Sebuah ruang di mana hukum, bisnis, dan teknologi bertemu, memungkinkan para profesional untuk terhubung, bertukar ide, dan mengatasi tantangan korporat yang muncul.
Kepala Bidang Kerja Sama Internasional & Partnership ICCA Shinta Siringoringo, menekankan pentingnya kolaborasi menghadapi dinamika geopolitik dan ekonomi global, dengan menghadirkan pembicara lintas sektor dan lintas negara, mulai dari kementerian, hakim konstitusi, hingga penasihat hukum korporasi besar Indonesia.
“Peserta tahun ini lebih global, ada dari Jepang, Korea Selatan, Malaysia, Filipina, India, dan Sri Lanka,” ujar Shinta dalam Instagram Live Rule of Law Series 2025 Vol. 2 bertajuk "Arah Baru Profesi In-House Counsel Indonesia: Menuju In-House Counsel Summit & Awards 2025", Kamis (25/9/2025).
Baca Juga:
- Menuju IHCSA 2025: 2 Tantangan Utama Profesi In-House Counsel
- Stigma In-House Counsel Hanya Sebagai Pengawal Kepatuhan Perlu Diubah, Ini Peran Strategisnya!
- Peran In-House Counsel: Dari Penjaga Kepatuhan Hukum ke Mitra Bisnis Strategis
Bagi Shinta, IHCSA 2025 tidak hanya mempertemukan in-house counsel dengan pemangku kepentingan, tetapi juga membuka ruang diskusi bersama firma hukum nasional maupun internasional. Setidaknya terdapat delapan sesi breakout yang akan diisi oleh firma hukum ternama Indonesia. Ia mengatakan hal ini akan bermanfaat bukan sekadar visibilitas, tapi juga transfer pengetahuan dan strategi jaringan.
















