Komitmen serupa juga disampaikan pimpinan program studi lainnya. Ketua Magister Ilmu Hukum, Ahmad Redi, menyebut peningkatan kualitas akademik harus dilakukan secara sistematis dan terukur. Dari sisi akreditasi, capaian Pascasarjana terbilang kompetitif.
Magister Manajemen dan Doktor Ilmu Ekonomi berstatus ‘Baik Sekali’, dengan Magister Manajemen tengah berproses menuju ‘Unggul’. Sementara Magister Ilmu Hukum telah meraih ‘Unggul’ dengan nilai 367 dan Doktor Ilmu Hukum ‘Unggul’ dengan nilai 375.
Meski re-akreditasi baru dijadwalkan pada 2029, persiapan disebut telah dimulai sejak dini. Penyusunan dokumen pendukung, penguatan luaran penelitian, hingga peningkatan kualitas karya ilmiah menjadi fokus pembenahan.
“Kita tidak bisa menunggu momentum akreditasi untuk berbenah. Proses penguatan mutu harus berjalan setiap semester, termasuk dalam hal publikasi dan rekam jejak akademik dosen,” katanya.
Dengan tren jumlah mahasiswa yang terus bertambah dan fasilitas pembelajaran yang terpakai optimal, manajemen kampus optimistis Pascasarjana Universitas Borobudur dapat mempertahankan reputasinya sebagai salah satu pilihan studi lanjut di Jakarta Timur. Kampus yang beralamat di Jalan Laksamana Malahayati (Kalimalang) No. 1 tersebut, menurut Prof. Faisal Santiago, semakin diminati sebagai tempat melanjutkan pendidikan ke jenjang magister dan doktor.
“Kualitas dosen dan sarana prasarana harus berjalan beriringan. Dengan jumlah mahasiswa yang terus meningkat, kami memastikan proses belajar mengajar tetap terjaga mutu dan kenyamanannya,” pungkas Faisal.
















