Informasi yang diperoleh hukumonline, pemilihan dilakukan dengan sistem dropbox, dimana suara-suara diplot ke setiap pengurus DPC untuk didistribusikan ke masing-masing utusannya. “Kami sudah memilih,” ujar Badrus, pengurus DPC PERADI Surakarta kepada hukumonline.
Joko juga tak menampik bila proses Munas sebenarnya sudah berlangsung, meski terlihat para peserta masih terlihat santai-santai di area restauran hotel. Ia menuturkan bahwa para Ketua DPC menggelar rapat tertutup dengan pengurus DPN PERADI tentang nasib Munas di sebuah ruangan di hotel itu.
“Mereka memang dari tadi sudah rapat di atas. Ada pembicaraan seputar mekanisme pemilihan, dan memang ada usulan agar digunakan sistem dropbox yang diplot ke masing-masing Ketua DPC yang hadir. Tapi, Saya belum bisa memastikan bahwa sistem ini sudah diterima oleh para Ketua DPC. Tadi masih alot perdebatannya,” ungkap Joko lagi.
Joko meminta para wartawan bersabar dan menunggu pengumuman resmi dari Ketua Umum DPN PERADI Otto Hasibuan dan para panitia pada Sabtu pagi ini. “Kita tunggu saja nanti saat konferensi pers,” pungkasnya.
Sebagai informasi, Munas II PERADI di Pekanbaru ini merupakan munas lanjutan dari Munas yang sama di Makassar beberapa waktu lalu. Kala itu, Ketua Umum DPN PERADI Otto Hasibuan menunda pelaksanaan Munas hingga beberapa bulan ke depan dengan Munas Makassar tidak kondusif karena kehadiran orang-orang yang tidak diundang.
















