Di bidang akademik, Nathalie turut serta dalam kompetisi National Moot Court Competition (NMCC) Mahkamah Agung ke-25, di mana timnya berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu tim dengan performa terbaik. Ia juga aktif dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) internasional di Malaysia. Selain itu, ia pernah menjabat sebagai ketua Paduan Suara Mahasiswa Gita Buana Soedirman pada 2023, menunjukkan kemampuannya di luar bidang hukum.
Nathalie kemudian berbagi strategi yang ia gunakan untuk menjaga keseimbangan antara akademik dan kegiatan lainnya. Ia mengembangkan metode "TEPAT" yang terdiri dari Tentukan prioritas, Evaluasi hasil setiap aktivitas, Perencanaan waktu yang matang, Alihkan distraksi yang tidak produktif, dan Tegas terhadap komitmen pribadi. Metode ini telah menjadi pedoman yang memungkinkan Nathalie untuk tetap produktif meski menghadapi tantangan yang kompleks.
"Metode ini membantu saya untuk tetap fokus pada tujuan, baik dalam akademik maupun kegiatan lainnya. Saya juga memastikan bahwa saya selalu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi,” katanya.
Selain itu, Nathalie juga menimba pengalaman di dunia kerja melalui program magang di Biro Hukum Kementerian Pertahanan RI dan Kejaksaan Negeri Purwokerto. Di Biro Hukum, ia mempelajari litigasi dan penyusunan perjanjian, sementara di Kejaksaan, ia terlibat langsung dalam pemeriksaan perkara dan penyusunan berkas hukum. Sebelumnya, kata dia, telah memahami sudut pandang seorang legal di Biro Hukum sebuah kementerian, kemudian ia memperluas wawasan dengan mempelajari perspektif seorang jaksa sebagai penegak hukum.
“Saya belajar bagaimana menyusun matriks perkara, mulai dari pelaporan hingga tahap pengolahan di kejaksaan, termasuk pengecekan kelengkapan berkas. Bahkan, saya diberi kesempatan istimewa untuk melakukan pemeriksaan awal terhadap terdakwa, yang melibatkan tanya jawab langsung dengan tersangka,” lanjutnya.
Saat ditanya tentang rencana masa depan, Nathalie mengungkapkan keinginannya untuk menjadi hakim. Sejak awal, ia telah diproyeksikan untuk nantinya puncak karirnya akan menyelami dunia kehakiman, yaitu sebagai hakim. Namun, ia menegaskan pentingnya memiliki pengalaman luas sebelum memasuki dunia kehakiman.
Bagi Nathalie, seorang hakim bukan hanya penegak hukum, tetapi juga penjaga keadilan yang harus mampu memahami konteks dan dampak dari setiap keputusan yang diambil. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, ia berencana mengumpulkan pengalaman terlebih dahulu sebagai legal analyst di berbagai sektor hukum, sebelum melanjutkan pendidikan magister hukum di Universitas Indonesia.
















