Berita

Negara Tidak Butuh Pemasukan dari Judi

Menurut MK, yang dipersoalkan para pemohon tidak terkait dengan pasal yang diuji.

Oleh:
ASh
Bacaan 2 Menit
MK menolak permohonan pengujian KUHP dan UU No 7 Tahun<br>1974 tentang Penertiban Perjudian. Foto: Ilustrasi (Sgp)
MK menolak permohonan pengujian KUHP dan UU No 7 Tahun<br>1974 tentang Penertiban Perjudian. Foto: Ilustrasi (Sgp)

Majelis Mahkamah Konstitusi (MK) menyatakan menolak permohonan pengujian KUHP dan UU No 7 Tahun 1974 tentang Penertiban Perjudian yang diajukan Suyud dan Liem Dat Kui. Majelis menyimpukan dalil permohonan tidak beralasan hukum. 


“Menolak Permohonan Pemohon untuk seluruhnya,” kata Ketua MK, Moh. Mahfud MD saat membacakan amar putusannya di Gedung MK Jakarta, Rabu (6/4).  


Dalam pertimbangannya, Mahkamah menilai permohonan para pemohon yang mempersoalkan konstitusionalitas Pasal 303, Pasal 303 bis KUHP, dan UU Penertiban Perjudian tidak beralasan hukum.

 

Sebab, substansi permohonan para pemohon terkait tidak dimungkinkannya pemberian izin perjudian di wilayah Indonesia, bukanlah bersumber pada Pasal 303, Pasal 303 bis KUHP dan UU Penertiban Perjudian. Yang dipersoalkan para pemohon sebenarnya diatur dalam Peraturan Pemerintah No 9 Tahun 1981 tentang Pelaksanaan UU Penertiban Perjudian. PP itu menegaskan bahwa lokalisasi perjudian dilarang di wilayah Indonesia. 


”Sementara Mahkamah tidak memiliki kewenangan untuk menguji dan menilai peraturan perundang-undangan di bawah undang-undang,” kata Hakim Konstitusi Maria Farida Indrati.


Mahkamah menegaskan meski pemohon mendalilkan permainan judi sudah menjadi budaya dan tradisi sebagian masyarakat Indonesia. Namun berjudi tetap dianggap sebagai suatu perbuatan yang tidak baik menurut nilai-nilai agama dalam masyarakat. 


Menurutnya, larangan perjudian tidak mengakibatkan adanya pembatasan dan tidak menghalangi hak setiap masyarakat untuk memajukan dirinya, mendapat pekerjaan serta mendapat perlakuan yang adil. Sebab, berjudi dalam penilaian masyarakat merupakan perbuatan yang tidak baik.  

Tags: