Panik, Ayin Kontak Petinggi Lain
Sidang Artalyta:

Panik, Ayin Kontak Petinggi Lain

Mengaku panik, Artalyta menghubungi beberapa petinggi untuk meminta perlindungan. Namun ia tidak bersedia menyebut siapa petinggi itu. Menurutnya tidak etis bila disebut.

Mon
Bacaan 2 Menit

 

Dalam pembicaraan sehari sebelum Artalyta ditangkap KPK, ia dan perempuan itu membicarakan soal perkembangan perkara Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) II yang melibatkan Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI).

 

Perkataan Artalyta kepada Fem dengan nomor telepon +6596361689

pada 1 Maret 2008 pukul 10:08

 

Artalyta : Pokoknya semua dah dikasih pertimbangan. Pertimbangan hukumnya kasih ke Menkeu. Itu surat semua hasil penyelidikan jaksa agung. Jadi itu diserahkan semua perhitungan, silahkan ditindaklanjuti. Kalau tidak ditindaklanjuti itu maksudnya kan mau perdata, mau apa gitu yah, silahkan,

 

Jangan dia orang itu eh terlalu vulgar, Terlalu ini membantu kita, Tapi itu kan bukti asli sudah nggak ada.

 

Kalau dalam persidangan nggak mungkin. Kan itu udah dibilang bukti asli sudah nggak ada,udah terbakar, semuanya, Dia sudah cari semua ke seluruh, di Depkeu juga ga ada. Jadi dalam persidangan kan fotocopy nggak bisa, bukti asli nggak ada, sudah dimusnahkan orang, Jadi tidak mungkin ditindaklanjuti ke perdata gitu. Jadi tidak mungkin ada tindakan hukum lain.

 

Ada keterangan BPK, kan dia orang lobi-lobi BPk, jadi BPK menyatakan tidak ada kerugian negara. kalaupun ada kerugian negara, itu dalam klausul perjanjian MSAA. apabila terjadi kekurangan itu menjadi kewajiban pemerintah, tetapi kalau ada kelebihan itu juga menjadi keuntungan pemerintah. Nah jadi itu kesepakatan. Kemas udah ngomong jelas nih di koran hari ini.

 

Sumber : Rekaman persidangan

 

Kalau rekan bisnis mengapa materi pembicaraan Saudara seputar perkara BLBI II yaitu BDNI di mana Samsul adalah calon tersangkanya, tanya hakim Andi Bachtiar.

 

Semua yang terkait BLBI itu teman saya.

 

Dari mana peroleh hasil ekspose BLBI II kepada Fem ?

 

Itu ada di Detik.com.

 

Apakah data itu tidak diperoleh dari Urip?

 

Nggak.

 

Kekurangan dana

Seperti terungkap dalam persidangan pekan lalu, masih dalam pembicaraan dengan seorang perempuan tersebut, Artalyta minta tambahan dana.

 

Tolong nanti ya Bu kekurangan itu, Bu ya, ini kan yang di bawah-bawah ini ya, JAM, JAM ini, Sesjam semua, Si Uji, semua belum saya bagi ini. Nggak kebagian Bu, begitu kata Artalyta pada si perempuan.

 

Perempuan itu menjawab, Yah, yah, oke, Artalyta menegaskan agar segera disiapkan, Nanti Saya dikira nggak komit, dalih Artalyta.

 

Atas percakapan itu Andi Bachtiar mencecar siapa yang dimaksud dengan orang-orang yang disebut dalam pembicaraan tersebut. Saya tidak menjawab, maaf, tapi itu tidak ada keterkaitan dengan Urip, kata Artalyta.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info