“Harapan pemerintah, kepemilikan 51 persen saham PT Freeport oleh peserta Indonesia akan meningkatkan penerimaan negara, mempercepat hilirisasi industri tambang dalam rangka peningkatan nilai tambah, meningkatkan kesempatan kerja dan mendorong pembangunan di daerah. Pada akhirnya, pengambilan saham divestasi PT Freeport tersebut akan memberikan manfaat bagi seluruh komponen bangsa, termasuk masyarakat Papua,” kata Ani.
Direktur Utama PT Inalum Budi Gunadi Sadikin, dalam kesempatan yang sama, mengatakan pengambilan saham divestasi PT Freeport dilakukan melalui mekanisme korporasi sehingga tidak membebani APBN dan ABPD sama sekali. Setelah penandatanganan pembagian kepemilikan siang hari (12/1), pemerintah Indonesia masih harus menghadapi serangkaian tahapan dimulai dengan negosiasi struktur transaksi dalam hal pelepasan saham. Tahapan selanjutnya, pemerintah harus mencari titik temu terkait valuasi harga ketika divestasi dengan PT Freeport.
“PT Inalum akan bekerja sama dengan BUMD di Papua untuk masuk secara bersama-sama sebagai pemilik. Porsinya, Inalum 41 persen dan pemerintah Papua sebesar 10 persen. Detilnya masih belum bisa kami sampaikan sekarang, tapi kami maksimalkan untuk kepentingan rakyat terutama masyarakat di Papua,” tutur Budi. Baca Juga: Publik Menanti Dokumen Hasil Negoisasi Pemerintah-Freeport
Terkait skema pendanaanya sendiri, pihak PT Inalum dan Pemerintah Provinsi Papua serta Pemerintah Kabupaten Mimika tidak dapat menceritakan lebih jauh. Para pihak terikat dengan perjanjian pernyataan kerahasiaan (perjanjian ini disebut Non-Disclosure Agreement) dengan pihak PT Freeport selama rangkaian negosiasi.
Budi menegaskan, setiap proses yang berjalan dan terjadi selalu disampaikan kepada Presiden dan Wakil Presiden, selebihnya informasi penting ‘dijaga’ sebatas untuk internal. Namun, yang dapat pihaknya sampaikan, bahwa pemerintah sepakat bergabung menjadi ‘satu entitas’ dan berupaya agar Indonesia dapat menjadi pemegang saham mayoritas di PT Freeport.
“Kita masuk jadi ‘perusahaan bersama’ ke PT Freeport supaya tidak dipecah-pecah kepemilikannya. Kalau dipecah pemasukan bisa lebih kecil daripada Freeport Mcmoran sendiri. Kalau kita bersama-sama, kita bisa sebagai mayoritas pemegang saham,” kata Budi.
















