Pendidikan Tinggi Hukum Harus Beradaptasi, AI Sebagai Kawan Bukan Lawan
Academia LawFest 2025

Pendidikan Tinggi Hukum Harus Beradaptasi, AI Sebagai Kawan Bukan Lawan

Konsensus antar akademisi soal pentingnya AI, sekaligus penegasan menjaga esensi hukum dan peran dosen.

Willa Wahyuni
Bacaan 3 Menit

Untuk menumbuhkan kesadaran, Rahmat menerapkan metode dual paper assignment di kelasnya, membandingkan hasil kerja manusia dan AI. Ke depan, menurut Rahmat kompetisi di dunia hukum bukan hanya soal hasil tulisan, tapi juga soft skill dan etos kerja.

"Semua bisa bagus di atas kertas dengan AI, tapi yang membedakan adalah karakter dan soft skill yang itu tidak bisa dikarang oleh AI,” tegasnya.

Perkembangan AI dalam setahun terakhir dinilai luar biasa. Tapi bagi Rahmat mulai membawa risiko nyata dalam praktik pendidikan hukum di perguruan tinggi. Salah satu dampak yang bakal terasa adalah kehadiran dosen. 

Ke depan, peranan dosen tidak lagi menjadi sumber informasi utama, melainkan sudah menjadi partner mahasiswa dalam berpikir dan mencari kebenaran. Untuk itu dosen harus lebih berperan sebagai mentor dalam membangun karakter dan karier mahasiswa. Begitu juga dengan desain kurikulum yang menurutnya perlu diubah. 

“Harus disesuaikan, tidak bisa lagi kaku. Pendidikan hukum ke depan harus interdisipliner sejak awal,” ujarnya.

Jadi tulang punggung

Senada, Kaprodi Magister Ilmu Hukum Universitas Trisakti, Dhany Rahmawan menilai AI bakal jadi tulang punggung perkembangan hukum ke depan. Namun penguasaan AI harus dibarengi dengan kebijaksanaan. Teknologi penting, tapi tidak boleh mengaburkan makna dasar hukum.

Dhany mengatakan, kunci utama dalam memanfaatkan AI secara bijak adalah kemampuan dalam prompting memberi instruksi yang jelas dan terarah pada sistem AI. Menurutnya, dengan prompt yang tepat, AI bisa menjadi alat bantu efektif untuk memperluas sudut pandang dan mengembangkan ide-ide awal yang dimiliki pengguna.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info