Korupsi terus merajalela di Indonesia semakin membuat geram masyarakat. Meski berbagai upaya penegakan hukum telah dilakukan, praktik korupsi masih membelenggu sektor publik dan swasta, merugikan negara, serta memperburuk ketimpangan sosial. Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat menyerukan hukuman mati bagi pelaku korupsi, dengan harapan dapat memberikan efek jera yang lebih tegas.
Presiden Prabowo Subianto tidak ragu menyampaikan ketegasannya terkait masalah korupsi yang merugikan negara. Apalagi korupsi telah berkembang menjadi suatu bentuk perampokan dilakukan dengan cara yang sangat halus, bahkan disamarkan sebagai tindakan legal.
“Jangankan rakyat yang geram, saya juga geram dengan masalah korupsi ini. Saya mengerti bahwa sumber daya kita sangat besar dan terjadi kasarnya ‘perampokan’, dan ‘perampokan’ itu memakai cara-cara yang pura-pura legal. Kalau dicek tidak ada pelanggaran,” ujar Prabowo saat berdialog bersama enam jurnalis di Hambalang, Jawa Barat, Minggu (6/4/2025).
Baca juga:
- Amnesty International: Indonesia Signifikan Menyumbang Jumlah Vonis Hukuman Mati
- Hukuman Mati Hanya untuk 'Kejahatan Paling Serius'
Terkait dengan penerapan hukuman mati terhadap koruptor, Prabowo menjelaskan meski mendukung efek jera yang tegas terhadap koruptor tetapi perlu mempertimbangkan hukuman mati adalah langkah terakhir yang harus diambil. Mengingat eksekusi mati yang diberikan kepada seseorang tidak dapat diperbaiki jika ternyata seorang pelaku tersebut dipidana secara tidak benar.
“Hukuman mati, pada prinsipnya sebenarnya kalau bisa kita tidak beri hukuman mati. Hukuman mati itu final. Padahal mungkin saja kita yakin 99 persen dia bersalah, mungkin ada 1 persen masalah yang ternyata dia korban atau dia diframing. Kalau dihukum mati, kita tidak bisa hidupkan dia kembali,” jelasnya.
Dia menambahkan sering kali dalam praktik hukuman mati diulur-ulur pelaksanaannya. Ujungnya malah tidak dilaksanakan. Oleh karena itu, hukuman mati bukanlah solusi utama yang dapat diterapkan untuk memberi efek jera. Prabowo berprinsip tetap mengedepankan pemberian efek jera dengan cara tegas.
















