“Itu beberapa firma hukum yang saya ingin masuk di dalamnya. Karena setahu saya, kalau belajar dengan orang-orang yang sudah punya kompetensi dan kapabilitas yang mumpuni tentu kita juga akan tahu lebih banyak pengetahuan dari senior-senior yang ada di situ,” ungkapnya.

M. Sigit Ibrahim didampingi rekannya usai acara pengangkatan advokat KAI.
Ia berharap dengan masuk dalam dunia kepengacaraan dapat memberi dampak positif bagi banyak orang. “Memang dengan kondisi saya ini kalau bagi orang lain sulit. 'Ngapain sih jadi pengacara? Ngapain sih jadi advokat? Orang lain aja susah, dia mau tambah-tambah urusan'. Ini tentu menjadi tantangan bagi saya untuk terus berpacu menjadi seorang yang bernilai bagi orang-orang di sekitar kita,” kata dia.
“Pesan saya kepada teman-teman disabilitas, teman-teman seperjuangan, baik itu di dalam organisasi penyandang disabilitas atau di luar organisasi, yang penting membangun semangat itu tentu dari diri kita sendiri. Kalau kamu merasa bodoh, maka bersyukur saja. Sebab dalam fase itu, minat untuk ingin tahu masih ada. Saya kira itu,” pesannya.
















