Peran Penting Media Massa Cegah Kekerasan Berbasis Gender Online
Terbaru

Peran Penting Media Massa Cegah Kekerasan Berbasis Gender Online

Pentingnya keberadaan standar operasional prosedur pencegahan KBGO bagi bisnis perusahaan media. Bila terjadi kasus kekerasan seksual atau KBGO di perusahaan media, bakal berdampak terhadap reputasi bisnis.

Mochamad Januar Rizki
Bacaan 5 Menit

”Bagaimana cara kita mencapai itu?. Karena itulah AMSI menyusun Modul dan SOP Penanganan dan Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO),” katanya.

Peneliti Pemantau Regulasi dan Regulator (PR2) Media, Engelbertus Wendratama mengatakan kali pertama sebuah penelitian tentang kesetaraan gender dilakukan dengan subyek berupa perusahaan media.  Biasanya riset hanya menyasar jurnalis sebagai subyek.

”Ini kali pertama ada riset soal kebijakan kesetaraan gender di perusahaan media,” kata Wendra.

Riset berjudul ’Menilik Kebijakan dan Pengalaman Kesetaraan Gender serta Kekerasan Berbasis Gender di Perusahaan Media’ dilakukan oleh PR2Media sejak Februari-Maret 2024, melalui survei terhadap 277 responden dari 27 wilayah. Responden terdiri dari jurnalis dan pekerja media untuk mengetahui apa saja kebijakan yang dibuat oleh media terkait KBGO dan perlindungan berbasis gender pada umumnya.

Hasil survei ditindaklanjuti dengan dua kali focus group discussion untuk mempertajam dan memperkaya hasil riset. Hasil riset memotret dari aspek ketenagakerjaan dan kerja redaksi. Untuk dimensi kesetaraan gender, maka yang disorot lebih dalam adalah nilai individu, budaya internal dan praktik keseharian serta kebijakan berbasis gender dalam perusahaan media, akses ke sumber daya dan kekerasan seksual luring serta daring.

“Dari lima dimensi yang diukur, maka skor total adalah 44,33 dengan nilai tertinggi 65,” kata Wendra.

Dari hasil riset, Wendra mencatat sejumlah pekerjaan rumah bagi perusahaan media. Di antaranya soal masih banyaknya persoalan stereotip terhadap perempuan, pembedaan gender untuk pekerjaan tertentu, serta masih adanya ujaran kebencian dengan target perempuan.Terkait kebijakan berbasis gender, skor yang diperoleh adalah 9 dari nilai maksimal 18.

“Banyak media yang belum punya SOP untuk mengatasi kekerasan berbasis gender serta belum punya aturan proporsi gender dalam aktivitas kerja.”

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info