“Bakamla sudah membuat indeks keamanan laut Indonesia tahun 2022 dan sudah dirilis beberapa waktu lalu bahwa indeks keamanan laut Indonesia ini mempunyai (nilai) 53. Artinya ini masih cukup, tentu ini perlu terobosan ke depan. Harapan kita semua keamanan dan keselamatan di laut akan semakin meningkat,” ujar Bambang.
Berdasarkan review pelaksanaan dari PP No.13/2022, Bakamla telah membuat sejumlah catatan. Awal Tahun 2023 diharapkan dapat diterbitkan Pedoman dalam Renja Penyelenggaraan Patroli Kamla instansi sebagai pedoman kegiatan kementerian/lembaga. Hal ini draft telah final dan memasuki tahap harmonisasi di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham).
Lalu mengenai patroli nasional, tahun 2022 terlaksana 60 hari dan tahun 2023 direncanakan 75 hari. Sedangkan mengenai integrasi sistem informasi untuk membangun Maritime Situational Awareness National, telah terdistribusi console (hardware) sistem informasi ke-5 kementerian/lembaga terkait dan 1 kementerian/lembaga teknis.
“Keamanan dan keselamatan laut yang sekarang dalam proses berjalan, saya sampaikan kegiatan pada tahun 2022 kemarin kita melaksanakan evaluasi. Memang IUUF (illegal, unreported and unregulated fishing) masih menjadi PR terbesar atau yang mempengaruhi keamanan dan keselamatan di laut. Dari 11 ancaman laut, IUU Fishing menjadi peringkat pertama.”
















