Perlindungan dan Pengembangan Produk Berbasis IG Dapat Kembangkan Daya Saing
Berita

Perlindungan dan Pengembangan Produk Berbasis IG Dapat Kembangkan Daya Saing

Baru-baru ini, Ditjen Kekayaan Intelektual memberi tambahan koleksi Indikasi Geografis Asal Temanggung.

Hamalatul Qur'ani
Bacaan 2 Menit

 

Itulah yang terjadi pada Kopi Gayo. Ia menyebut saat belum didaftarkan harganya Rp50 ribu paling tinggi, setelah didaftarkan harganya sudah mencapai Rp120 ribu. Sama halnya dengan kopi Toraja, yang bahkan kini kualitas nomor 1 kopi Toraja diungkapkannya sudah di-ekspor semua dan sangat sulit ditemukan di Indonesia. “Begitulah IG ini bekerja,” tukasnya.

 

Layaknya peningkatan nilai jual produk IG Kopi, Freddy pun optimis produk olahan Ikan Uceng khas Temanggung yang baru-baru ini telah ditetapkan sebagai produk IG akan memiliki nilai jual yang meningkat pula. Olahan ikan yang memiliki nama latin Nemacheilus fasciatus ini terdaftar di DJKI dengan nomor ID G 000000073.

 

“Ciri khas ikan uceng Temanggung dikenali dari cita rasanya gurih, setelah ikan tersebut dibumbui dan dimasak,” kata Freddy.

 

Dalam prosesi penyerahan sertifikat IG Ikan Uceng Temanggung kepada Bupati Temanggung, Muhammad Al-Khadziq di Pendopo Jenar, Gedung Sekda Temanggung, Freddy mengungkapkan keseriusannya dalam mendorong pemanfaatan dan pengelolaan suatu produk yang berbasis potensi geografis Indonesia agar mampu bersaing secara global. Salah satunya. Dengan mengemas produk dengan menarik dan strategi pemasaran yang apik.

 

“Bayangkan ikan uceng masih di packaging sederhana, yang harga perkotaknya 30.000, kalau nanti kotaknya bagus kan bisa jadi 500.000. Nanti kalo packaging-nya bagus yang belikan orang Jakarta atau orang luar semarang karena nilainya istimewa,” tuturnya.

 

(Baca: Tips Menciptakan Merek Serta Perlindungannya Secara Hukum)

 

Bupati Temanggung, Muhammad Al-Khadziq berharap dengan tersertifikasinya produk olahan ikan uceng ini dapat menjamin kualitas produk tersebut dan mendapat kepercayaan masyarakat. Ia juga menyampaikan, guna mendukung ketersedian ikan uceng yang menjadi bahan baku pengolahan ikan uceng goreng tersebut, Pemerintah Kabupaten Temanggung melakukan program pelestarian populasi ikan uceng sejak tahun 2015 lalu.

 

“Indikasi Geografis tersebut diharapkan dapat menjamin kualitas produk ikan uceng Temanggung sebagai produk asli Temanggung, sehingga memberikan kepercayaan konsumen dan memperkuat reputasi ikan uceng asli Temanggung,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info