Dinas Komunikasi informasi dan Statistik DKI Jakarta, M Agus Mubarok mengatakan menciptakan generasi muda Jakarta yang sehat dan tangguh menjadi tantangan besar dan diperlukan sebuah kolaborasi. Karena itu, porsi kebijakan dan peran serta generasi muda menjadi konsiderasi penting di Pemprov DKI Jakarta.
Ia mengatakan secara demografi Jakarta dikelilingi oleh generasi milineal dan generasi Z. Dari total kurang lebih 10 jutaan penduduk Jakarta, generasi millenial usia 24-39 dan generasi Z usia 8-23 tahun mendominasi peta demografi penduduk ibu kota Jakarta. “Generasi muda ini yang mungkin menjadi potensi kemajuan Pemprov DKI Jakarta, maka peran aktif pemuda menjadi sangat penting bagi pembangunan DKI Jakarta,” ujarnya.
Agus mengingatkan visi misi dari kota Jakarta sendiri ialah Jakarta kota maju, lestari, dan berbudaya yang warganya terlibat dalam mewujudkan keberadaan, keadilan, dan kesejahteraan bagi semua. Dengan taglinenya Innovative City and Happiness Maju Kotanya Bahagia Warganya. “Dengan cara mendorong pertumbuhan ekonomi agar menjadi maju kotanya dan meningkatan kesejahteraan dan kualitas hidup warga Jakarta agar bahagia warganya.”
Sistem informasi tekonologi ini menjadi sangat penting agar dapat lebih cepat memberikan informasi dan pelayanan yang baik bagi masyarakat. Penting pula menjaga keamanan data, keamanan warga dalam sistem informasi layanan digital Kesehatan. Dari aplikasi JAKI yang dimiliki oleh DKI Jakarta, maka pemuda dapat bekerja sama dalam pengembangan digital informasi kesehatan, seperti mengisi konten-konten kreatif dan lain-lain.
“Lewat JAKI kita mengharapkan generasi muda ikut turut serta dalam setiap persoalan pelayanan di DKI Jakarta, seperti masalah sampah, rokok, dan lain-lain,” katanya.
















