Yudhi menekankan pengetahuan terkait korporasi dan litigasi harus benar-benar diasah dan dikembangkan untuk bisa menjadi seorang kurator.
“Kedua adalah mental yang kuat, saya selalu menanyakan kepada calon kurator untuk meyakinkan diri agar memiliki mental yang kuat,” lanjutnya.
Mental yang kuat dibutuhkan karena tugas seorang kurator nantinya akan banyak menghadapi aksi atau demonstrasi dengan ratusan bahkan ribuan orang, untuk itu diperlukan mental yang kuat karena profesi ini akan berat.
“Lalu yang ketiga adalah network, seorang kurator dia akan menjadi mumpuni dan memadai jika dia mempunyai network yang luas. Salah satunya jika dalam menjalankan tugas ada pengamanan aset yang berbeda wilayah, maka kalau kurator memiliki network maka tidak akan kerepotan,” imbuhnya.
Selain kemampuan tersebut, Yudhi menyampaikan kemampuan komunikasi akan memaksimalkan kemampuan yang telah dimiliki sebelumnya untuk pondasi menjadi seorang kurator.
Kemampuan berkomunikasi berguna untuk menjelaskan banyak hal secara singkat, sederhana, dan tegas kepada masyarakat atau subjek hukum yang tidak paham mengenai kepailitan.
“Persiapan terakhir yang tidak bisa dikesampingkan buat saya untuk menjadi seorang kurator adalah mempunyai performa yang baik seperti etiket yang baik kepada masyarakat itu yang penting diperhatikan,” tegasnya.
















