Polisi Duga Masih Ada Pelaku Lain dalam Perampokan Pondok Indah
Berita

Polisi Duga Masih Ada Pelaku Lain dalam Perampokan Pondok Indah

Polisi masih mendalami keberadaan dan memburu tiga pelaku lainnya yang belum ditangkap. Penyidik kepolisian menduga ketiga pelaku tersebut berperan sebagai pengemudi dan pengawas situasi di sekitar lokasi.

ANT | Sandy Indra Pratama
Bacaan 2 Menit
Ilustrasi: BAS
Ilustrasi: BAS
Penyidik Polda Metro Jaya menduga terdapat lima orang pelaku perampokan dan penyekapan keluarga Asep Sulaiman di kawasan perumahan Pondok Indah Jakarta Selatan.
"Awalnya empat orang namun berkembang menjadi lima pelaku berdasarkan penyelidikan," kata Kepala Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Hendy F Kurniawan di Jakarta.
Hendy mengatakan petugas masih mendalami keberadaan dan memburu tiga pelaku lainnya yang belum ditangkap. Penyidik kepolisian menduga ketiga pelaku tersebut berperan sebagai pengemudi dan pengawas situasi di sekitar lokasi.
Sementara tersangka yang sudah ditangkap petugas yakni AJS dan S berperan menjadi pelaku yang masuk ke dalam rumah milik pensiunan pejabat PT Exxon Mobil Asep Sulaiman.
Berdasarkan penyidikan sementara, Hendy menambahkan motif komplotan penjahat itu akan merampok harta milik Asep Sulaiman. "Sejauh ini murni perampokan karena petugas belum menemukan bukti adanya motif lain," ujar perwira menengah kepolisian itu. (Baca Juga: Polisi Bebaskan Sandera di Pondok Indah)
Hendy menduga AJS sebagai otak pelaku karena mengundangkan empat tersangka lainnya datang ke Jakarta untuk melakukan aksi perampokan yang telah direncanakan sejak sebulan lalu.
Terkait senjata api yang digunakan untuk menodong korban Asep, Hendy memastikan pelaku menggunakan senjata rakitan karena tidak terdapat nomor registrasi.

Kronologi kejadian
Penyanderaan yang terjadi di rumah di Jalan Bukit Hijau, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Sabtu lalu bermula pada pagi hari.

"Pada pukul 06.00 WIB ada dua orang yang diduga pelaku membuntuti pembantu rumah tangga yang sedang keluar rumah. Keduanya lalu masuk ke rumah dan menodong pembantu itu untuk masuk dan bertanya di mana pemilik rumah," kata Kepala Kepolisian Daerah Inspektur Jenderal Moechgiyarto.

Pembantu yang ditodong senjata api itu lalu menggedor ruang tidur pemilik rumah. Tapi karena ia menangis sehingga pemilik rumah pun curiga dan mengintip dari ruang tidur. "Tapi pelaku langsung merusak jendela dan masuk ke rumah, pemilik rumah bahkan sempat memukul penyandera dengan tangga dan pelaku pun meminta dompet, handphone dan sebagainya," tambah Moechgiyarto.

Pembantu sempat membuatkan mi instan untuk para pelaku dan berhasil kabur dan membuat laporan. "Karena polisi sudah mendapat laporan sekitar pukul 09.00 WIB dan langsung mengepung lokasi ini dan sudah menyampaikan peringatan-peringatan sehingga tersangka sempat menangis dihadapan pemilik rumah dan membuat skenario," jelas Moechgiyarto.

Skenario itu adalah seolah mereka berkeluarga. "Pelaku bahkan meminta ada surat pernyataan tertulis yang ditandatangani pemilik rumah. Ini karena kita sudah mengepung," ungkap Moechgiyarto.

Untuk sementara polisi menduga motif pelaku adalah pencurian dengan kekerasan. "Ada tindakan-tindakan pemerasan ditambah ditemukan senjata api yang mungkin tidak ada izinnya dan kami akan dalami itu," tegas Moechgiyarto. 
 
Untuk diketahui, petugas gabungan Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Selatan berhasil melumpuhkan para pelaku yang berupaya merampok tersebut. "Pelaku sudah dibawa ke Polda Metro Jaya," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Polisi Tubagus Ade Hidayat.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info