Pertemuan antara Hukumonline dengan perwakilan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO) di Jakarta, Marco Kamiya membahas berbagai inisiatif. Khususnya soal berbagai inisiatif yang tengah dikembangkan UNIDO. Mulai dari penguatan industri, dukungan bagi UMKM, hingga penerapan standar sertifikasi bagi produk Indonesia agar lebih kompetitif di pasar global.
“Kami bekerja pada pengembangan industri, mendukung informasi industri, serta layanan manufaktur yang menjadi inti utama pekerjaan kami. Kami juga mendukung kawasan industri dan mengembangkan standar, serta sertifikasi bagi produk bersertifikat Indonesia,” ujar Marco di Jakarta, Kamis (20/2/2025).
Selain itu, UNIDO memiliki program yang berorientasi pada ekonomi biru, termasuk pengolahan rumput laut. Dia menegaskan pihaknya membantu produsen dalam mengkomersialkan produk berbasis rumput laut agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi di pasar.
Hal ini sejalan dengan diskusi publik yang bakal dihelat Hukumonline pada Kamis (27/2/2025) pekan depan mengenai ekonomi biru. Hukumonline melihat kolaborasi antar negara dalam penegakan hukum dan implementasi kebijakan ekonomi biru merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan. Setidaknya sudah terdapat kerja sama bilateral dan multilateral yang sudah dilakukan untuk mewujudkan konsep ekonomi biru.
Baca juga:
- Mandat Konstitusi, 2 Elemen Penting Membangun Ekonomi Biru
- Perlu Optimalisasi Keterlibatan Masyarakat Hukum Adat Membangun Ekonomi Biru

Marco Kamiya berfoto bersama Tim Hukumonline. Foto: Istimewa
Hukumonline sebagai salah satu platform edukasi hukum terbesar turut menjembatani kolaborasi ini dengan menyelenggarakan kegiatan Hukumonline Hang-out with Expert Series dengan tajuk “Ekonomi Biru: Peluang Bisnis, Tantangan Hukum, dan Implikasi pada Perekonomian Nasional”.
Dalam pertemuan tersebut, Marco melihat adanya potensi kolaborasi antara UNIDO dan Hukumonline, khususnya dalam mendukung UMKM dan ekonomi biru.
















