Presiden Diminta Tegas Atas Kekerasan yang Menimpa Novel Baswedan
Berita

Presiden Diminta Tegas Atas Kekerasan yang Menimpa Novel Baswedan

Sejumlah masyarakat sipil menduga teror ini berkaitan erat dengan kasus korupsi e-KTP yang tengah diusut KPK.

FAT
Bacaan 2 Menit
"ILUNI FHUI mengimbau agar Kepolisian Republik Indonesia dapat segera mengusut aksi teror terhadap penyidik KPK Novel Baswedan, dan meminta Presiden dan jajarannya serta seluruh masyarakat untuk memperkuat dukungan terhadap KPK dan pemberantasan korupsi," tulis Ketua Umum ILUNI FHUI Ahmad Fikri Assegaf dalam siaran persnya.
Penyiraman air keras terhadap Novel oleh orang tak dikenal terjadi pada dpukul 05.10 WIB, seusai Novel menunaikan salat Subuh berjamaah di masjid. Novel yang merupakan Ketua Wadah Pegawai KPK itu disiram dengan menggunakan air keras. Tindakan kekerasan terhadap Novel bukan kali ini saja terjadi.
Novel kerap menerima intimidasi dan tabrak lari, hingga disiram dengan air keras. Meskipun kekerasan seperti ini telah berulang kali. Wadah Pegawai KPK tidak takut dan tetap berjuang melawan korupsi. Wadah Pegawai KPK berharap, Novel bisa segera sembuh dan dapat kembali bekerja di KPK.
“Kami mengutuk keras perbuatan biadab tersebut sebagai bentuk dari teror dan bagian dari upaya pelemahan KPK dan perlawanan balik terhadap pemberantasan korupsi. Kami tegaskan bahwa selangkahpun kami tidak akan mundur, apapun risikonya, karena kami yakin perjuangan pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti dengan ancaman, intimidasi maupun serangan apapun juga.”


(Baca Juga: Penolakan "Barter Jabatan" Novel Baswedan Terus Menguat)
(Baca Juga: 60 Advokat Siap Bela Novel Baswedan)


(Baca Juga: Penyidik KPK Novel Baswedan Ditangkap)
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info