
Acara ILUNI FHUI bertajuk ‘Give Back to Our Heroes (YEAR 2025): Honoring Those Who Shaped Us’ di Hutan Kota by Plataran, Minggu (7/11), diselingi pemberian bantuan beasiswa.
Sementara itu, Prof. Dr. Topo Santoso terpilih sebagai Dosen Favorit Program Studi Doktor Ilmu Hukum Tahun 2024-2025. Penghargaan Dosen Pemenang Karya Ilmiah Terbaik Tahun 2024-2025 diberikan kepada Theresia Dyah Wirastri. Adapun Prof. Agus Sardjono, yang memasuki masa purnabakti, menerima tali asih dari ILUNI FHUI sebagai penghormatan atas dedikasinya dalam mencetak begitu banyak lulusan hukum.
“Acara ini bentuk perhatian ILUNI FHUI kepada para senior kami, terkhususnya bapak ibu dosen yang masuk masa purnatugas maupun yang berprestasi. Semoga ini acara yang bukan pertama dan terakhir. Ini kita upayakan jadi tradisi baik bagi ILUNI FHUI,” ucap Ketua Umum ILUNI FHUI Yusuf Didi Setriarto.
Ia membeberkan bahwa inisiator acara ini adalah Wakil Ketua Bidang III ILUNI FHUI Almaida Askandar, yang sejak dua bulan lalu mendorong terwujudnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurut dia, acara ini menjadi semakin penting di tengah suka cita atas masuknya FHUI ke dalam jajaran 100 fakultas hukum terbaik dunia.
Almaida Askandar bersama Crista Yuki, yang merupakan Wakil Ketua Umum ILUNI FHUI, menerangkan bahwa program Give Back to Academic Heroes merupakan salah satu dari sejumlah program yang dicanangkan. Program lain yang tengah digodok adalah Buku 101 Alumni, rekreasi bersama, sampai beasiswa bagi mahasiswa yang membutuhkan.
“Saat ini kita sudah ada 4 orang yang diberikan beasiswa dari ILUNI FHUI dan masih akan bertambah. Sekitar 25 orang akan kita seleksi untuk komitmen beasiswa ini. Lalu kita juga ada program tali kasih,” terang Crista Yuki.
Founder & CEO Plataran Indonesia yang juga advokat dan alumnus FHUI Dr. Yozua Makes menyampaikan bahwa apresiasi yang diberikan pada acara tersebut bukan sekadar memberi kembali, tetapi juga bentuk penghormatan. Ia menilai momentum ini istimewa karena memperlihatkan keterhubungan lintas generasi serta besarnya jasa para pendidik yang tak ternilai.
















