Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) resmi menapaki usia ke-101 tahun. Dalam momentum bersejarah ini, FHUI mengusung tema ‘Abad ke-2: Sejarah Baru, Pemikiran Baru, dan Inovasi Baru untuk Masyarakat’ sebagai refleksi perjalanan panjang dan tonggak awal menuju abad kedua kiprah FHUI di dunia pendidikan hukum Indonesia, Selasa (28/10/2025).
Dekan FHUI, Parulian Paidi Aritonang, menyampaikan rasa syukur atas pencapaian tersebut sekaligus memaknai peran FHUI memasuki abad kedua dengan komitmen untuk tetap berpegang teguh pada tridharma perguruan tinggi. Menurutnya Tridharma menjadi fondasi.
“Alhamdulillah, FHUI mencapai usia 101 tahun,” ujarnya dalam sambutan Dies Natalis ke-101 FHUI.
Keberhasilan FHUI menurut Parulian tidak terlepas dari kekuatan fondasi tersebut sehingga masuk dalam jajaran 100 besar dunia pada QS World Ranking by Subject Law, serta menduduki peringkat ke-3 di Asia Tenggara. Pencapaian tersebut patut dibanggakan.
Baca juga:
- FHUI Dorong Kolaborasi Global Hadapi Disrupsi Hukum dan Tata Kelola
- Berlimpah Prestasi, FHUI Tekankan Pentingnya Proses dan Regenerasi
Tapi Parulian mengingatkan untuk tetap rendah hati kepada seluruh civitas akademika. Beberapa waktu lalu, Presiden Prabowo Subianto juga memberikan tantangan kepada UI untuk masuk ke peringkat 100 besar dunia yang menjadi pemicu semangat bagi FHUI untuk terus berkompetisi dan mempertahankan keunggulannya.
Dia mengatakan dampak nyata dari kiprah FHUI sudah terlihat jelas. Analisis hukum para dosen dan peneliti FHUI banyak digunakan dalam putusan pengadilan, penyusunan rancangan undang-undang, maupun rekomendasi kebijakan hukum nasional. Begitupula dengan nasihat dan opini alumni FHUI yang juga menjadi rujukan penting bagi masyarakat dan berbagai institusi.
“Itulah bukti konkret kontribusi kita di awal abad kedua ini,” katanya.
Dia mencontohkan inovasi FHUI pada era 1980-1990-an ketika itu telah lebih dulu membahas isu hukum komputer. Namun saat itu FHUI sempat dicibir.
















