FHUI Dorong Kolaborasi Global Hadapi Disrupsi Hukum dan Tata Kelola
Terbaru

FHUI Dorong Kolaborasi Global Hadapi Disrupsi Hukum dan Tata Kelola

Menghadirkan sejumlah pembicara dari berbagai universitas ternama dunia dengan mengusung tema keberlanjutan, pembangunan, dan demokrasi.

Willa Wahyuni
Bacaan 2 Menit
Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Parulian Paidi Aritonang, dalam International Conference on Law and Governance (icLave) FHUI, Rabu (15/10/2025). Foto: Tangkapan layar youtube
Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Parulian Paidi Aritonang, dalam International Conference on Law and Governance (icLave) FHUI, Rabu (15/10/2025). Foto: Tangkapan layar youtube

Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) kembali menyelenggarakan International Conference on Law and Governance (icLave) yang berlangsung selama dua hari, 15-16 Oktober 2025. Kegiatan ini merupakan konferensi internasional tahunan yang telah diadakan FHUI sejak 2017. Tahun ini, icLave memasuki edisi ketujuh dengan mengusung tema ‘Disruption in Legal and Governance: Rethinking the Concept of Sustainability, Development, and Democracy’.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Parulian Paidi Aritonang, mengatakan tema tersebut relevan dengan kekinian. Pasalnya dunia saat ini tengah menghadapi disrupsi besar serta tantangan mendasar terkait transformasi digital, pergeseran ekonomi, dan perubahan politik.

“Disrupsi ini mempengaruhi cara kita memahami supremasi hukum, cara kita mengatur masyarakat, dan cara kita memastikan pembangunan tetap berkelanjutan dan demokratis,” ujar Parulian dalam sambutannya, Rabu (15/10/2025).

Baca juga:

Konferensi ini menurut Parulian bertujuan menjadi wadah bagi akademisi, praktisi, pembuat kebijakan, dan mahasiswa untuk berbagi ide dan pengalaman. Melalui pertemuan lintas latar belakang, Parulian yakin dialog antar kelompok sangat penting untuk menemukan keseimbangan serta solusi hukum inovatif bagi permasalahan global masa kini.

“Selama dua hari ke depan, kita akan mendengarkan pembicara dan panelis terkemuka yang akan berbagi wawasan tentang topik-topik seperti keadilan iklim, tata kelola perusahaan, demokrasi, dan masa depan pendidikan hukum,” katanya.

Ia berharap pertukaran gagasan ini tidak hanya memperkaya perspektif akademis, tetapi juga menginspirasi kolaborasi lintas negara dan disiplin ilmu untuk menghasilkan langkah konkret dalam menjawab tantangan global.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info