Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI) menggelar acara seremonial peletakan toga Hakim Mahkamah Konstitusi milik Prof. Maria Farida Indrati, di Museum FHUI pada Sabtu (21/6/2025). Acara ini menjadi simbol penghormatan terhadap dedikasi dan jejak pengabdian Prof. Maria sebagai hakim perempuan pertama di Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia.
Dekan FHUI Parulian Paidi Aritonang menyampaikan pelestarian nilai dan semangat pengabdian Prof. Maria merupakan hal yang penting untuk menginspirasi generasi baru yaitu para mahasiswa hukum. Toga hakim ini, bukan sekadar benda simbolik, tetapi juga jejak sejarah perjuangan perempuan Indonesia dalam hukum tata negara.
“Peletakan toga ini adalah bagian dari upaya menyelamatkan memori pengetahuan hukum dan dedikasi luar biasa dari Prof. Maria,” kata Parulian saat memberikan sambutan.

Dekan FHUI Parulian Paidi Aritonang
Baca Juga:
Lurus Mendayung Arus Sampai Kursi Hakim Konstitusi
Maria Farida Indrati: Pantang Berhenti Mengasah Ilmu
Dia pun menjelaskan acara ini bertepatan dengan ulang tahun ke-76 Prof. Maria yang jatuh pada 14 Juni lalu. Ini menjadi momentum istimewa yang bukan hanya menjadi bentuk penghargaan, tetapi juga motivasi bagi mahasiswa, khususnya mahasiswi untuk meneladani kiprah Prof. Maria.
“FHUI ingin terus mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang bukan hanya unggul, tetapi juga impactful bagi bangsa. Apa yang dilakukan Prof. Maria, termasuk bukunya Pengabdian dan Pemikiran Hakim Konstitusi adalah warisan penting yang dapat menjadi pedoman akademik,” tuturnya.
Hakim Konstitusi Periode 2008-2013 dan 2013-2018, Prof. Maria Farida Indrati mengaku terharu dan tidak pernah membayangkan akan mendapatkan penghargaan sebesar ini dari almamaternya. Walaupun dirinya telah menyelesaikan tugasnya sejak lama di Mahkamah Konstitusi.
“Saya merasa ini seperti mimpi. Terima kasih kepada semua pihak, terutama kepada Pak Dekan dan tim yang telah memberikan ruang penghormatan ini,” ungkapnya.
















