Rekonsiliasi Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid, Akhir dari Dualisme Kepemimpinan Kadin Indonesia
Utama

Rekonsiliasi Anindya Bakrie dan Arsjad Rasjid, Akhir dari Dualisme Kepemimpinan Kadin Indonesia

Pentingnya persatuan dalam tubuh Kadin Indonesia sebagai mitra strategis pemerintah untuk menjaga kestabilan dan kepastian dunia usaha.

CR 33
Bacaan 4 Menit
Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2025, Arsjad Rasjid dan Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2025-2030, Anindya Bakrie. Foto: CR 33
Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021-2025, Arsjad Rasjid dan Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2025-2030, Anindya Bakrie. Foto: CR 33

Setelah melalui periode dualisme kepemimpinan yang memunculkan dinamika internal, akhirnya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mencapai titik rekonsiliasi. Anindya Bakrie, yang baru saja terpilih sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia, bersama dengan Arsjad Rasjid, Dewan Pertimbangan Kadin yang sebelumnya menjabat sebagai Ketua Umum, menegaskan komitmen mereka untuk membawa Kadin menuju kesatuan yang lebih kuat dan solid.

Anindya, yang kini memegang amanah sebagai Ketua Umum, menyadari peran Kadin sangat penting dalam mendukung pemerintahan dan dunia usaha di Indonesia. Ia menyatakan bahwa kepercayaan ini tidak datang dengan mudah, melainkan merupakan hasil dari dukungan luar biasa dari para pemegang saham Kadin di tingkat provinsi dan kota.

"Saya hanya menjalankan tugas ini bersama perahu besar ini. Dan saya yakin perahu besar ini, bersama dengan pemerintahan Pak Prabowo dan Pak Gibran, kita bisa mencapai zaman keemasan," ujar Anindya pada Musyawarah Nasional (Munas) Konsolidasi Persatuan Kadin di Jakarta, Kamis (16/1).

Baca Juga:

Adapun komitmen untuk menjaga Kadin tetap kompak adalah hal yang sangat penting. Menurutnya, hal ini adalah sesuatu yang dipegang teguh bersama. Dirinya pun merasa bersyukur atas perjalanan dinamis yang telah mereka lalui.

“Dengan Kadin yang kompak, kita bisa lari lebih jauh. Kita sudah bersama dalam berbagai macam tantangan, dan komunikasi antara kami tidak pernah berhenti. Ini adalah aset yang kita miliki, yaitu persahabatan," ungkapnya.

Anindya juga tidak mengabaikan tantangan global yang dihadapi Indonesia saat ini, seperti perang dagang antara Amerika dan China, serta perlambatan ekonomi global yang berdampak pada Eropa dan Asia. Ia menegaskan bahwa kolaborasi dan gotong royong antara dunia usaha dan pemerintah akan menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi tantangan-tantangan tersebut.

Halaman Selanjutnya:
Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info