Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Arsjad Rasjid, menyatakan secara tegas bahwa dirinya tidak akan mencalonkan diri kembali dalam Musyawarah Nasional (Munas) IX Kadin Indonesia. Meski tidak akan maju lagi, Arsjad menegaskan komitmennya untuk tetap memimpin dengan tanggung jawab penuh hingga masa jabatannya berakhir pada 2026.
“Saya akan terus bersama teman-teman menjaga marwah Kadin. Namun, jika Munas terselenggara, saya tidak akan maju kembali,” ucap Arsjad saat membuka Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kadin di Hotel Pullman, Jakarta, Jumat (29/11).
Arsjad mengungkapkan bahwa keputusannya untuk tidak mencalonkan diri bukan karena alasan politik atau tekanan, tetapi didasari oleh prinsip. Ia menolak mempertahankan jabatan hanya demi kekuasaan semata. Baginya, persatuan dan soliditas Kadin adalah prioritas utama.
Baca Juga:
- Gejolak Dualisme Kepemimpinan, Arsjad Rasjid Sebut Kisruh Internal Kadin Jadi Sorotan Internasional
- Prof Jimly Ingatkan Putusan MK Soal Wadah Tunggal Kadin Indonesia
- Ketua Umum Kadin Indonesia Arsjad Rasjid: Munaslub Kadin 2024 Ilegal
“Kadin harus tetap satu dan solid. Organisasi ini harus tunduk pada undang-undang serta berpegang pada keputusan presiden sebagai mitra pemerintah. Ini bukan tentang jabatan, tetapi tentang tanggung jawab bersama membangun ekonomi bangsa,” ungkapnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga integritas organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan. Menurutnya, Kadin adalah rumah besar bagi dunia usaha Indonesia dan harus berjalan tegak lurus sesuai aturan dan terus menjaga kepercayaan publik serta mitra internasional.
Adapun pada Rapimnas Kadin 2024 mengusung tema ‘Kadin Satu Bersama Pemerintahan Baru Mewujudkan Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen’. Selain membahas program kerja tahun 2025, agenda penting lainnya adalah menyepakati waktu dan mekanisme pelaksanaan Munas IX. Arsjad menekankan bahwa Munas IX harus menjadi momentum untuk memperkuat soliditas dan mengakomodasi aspirasi seluruh anggota.
















