Arsjad menyampaikan harapannya agar Munas IX dapat menjadi ajang konsolidasi dan pemersatu seluruh elemen Kadin. Ia juga mengingatkan bahwa dinamika internal tidak boleh menghambat tujuan besar organisasi, yaitu mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
“Kadin bukan milik satu atau dua orang, tetapi milik kita semua. Mari kita bergotong royong, mengutamakan kepentingan nasional, dan fokus pada target pertumbuhan ekonomi 8 persen,” ucapnya.
Selain itu, dia juga menyoroti pentingnya menjaga integritas organisasi dengan patuh pada undang-undang dan peraturan yang berlaku. Ia mengingatkan kembali pesan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya persatuan dalam tubuh Kadin. “Presiden memberikan arahan yang sangat jelas: Kadin harus satu, Kadin harus solid!” kata Arsjad menirukan pesan Presiden saat kunjungannya ke China beberapa waktu lalu.
Arsjad berharap dinamika internal ini tidak terus berlarut-larut dan segera menemukan solusi. Ia mengajak seluruh pengusaha untuk bersatu, bekerja sama, dan mengutamakan kepentingan bangsa.
“Rapimnas kali ini bukan hanya untuk mengevaluasi program kerja selama setahun terakhir dan merancang agenda 2025. Ini juga menjadi momen penting bagi kita untuk mencari solusi atas konflik internal dan mempersiapkan Munas,” ucap dia.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi Kadin, Eka Sastra, mengingatkan bahwa Munas IX harus dilaksanakan dengan berpedoman pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) yang telah disahkan melalui Keputusan Presiden (Keppres) No. 18 Tahun 2022 dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 tentang Kadin. Hal ini, menurutnya, merupakan pondasi penting dalam menjaga legitimasi dan integritas organisasi.
“Munas harus berjalan sesuai aturan yang berlaku. Ini bukan hanya soal prosedur, tetapi juga soal menjaga kredibilitas dan integritas Kadin sebagai mitra strategis pemerintah,” ujar Eka pada kesempatan yang sama.
Ia mengajak seluruh pengurus, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, serta anggota ALB untuk bersatu dan menjalankan organisasi dengan penuh integritas. “Mari kita berorganisasi dengan tegak lurus pada aturan, fokus melayani anggota, dan terus semangat mendukung pemerintah dalam mencapai target ekonomi nasional,” imbuhnya.
Sebagai informasi, agenda percepatan Munas merupakan hasil kesepakatan antara Arsjad Rasjid dan Ketua Umum Kadin versi Munas Luar Biasa (Munaslub), Anindya Bakrie, yang dicapai dalam pertemuan di kediaman Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, Jakarta, pada 27 September 2024.
Dalam kesepakatan tersebut, Munas direncanakan akan dilaksanakan setelah pelantikan Presiden Prabowo Subianto. Namun, belakangan kubu Arsjad kembali menyampaikan niat untuk menggelar Munas demi menentukan arah organisasi. Langkah ini diambil menyusul arahan langsung dari Prabowo yang meminta agar konflik internal Kadin segera diselesaikan.
















