Pendekatan NCB
Di sisi lain, akademisi Hukum Pidana Fakultas Hukum Universitas Airlangga, Maradona menawarkan perspektif berbeda dengan menekankan pentingnya pendekatan NCB dalam menghadapi kejahatan modern, khususnya yang bermotif ekonomi. Terlebih, dalam perkembangan hukum pidana, fokus penegakan hukum tidak lagi semata-mata pada pelaku, tetapi juga pada aset yang menjadi hasil atau instrumen kejahatan.
“Dalam kejahatan ekonomi, rasionalitasnya adalah keuntungan. Maka menghukum orang saja tidak cukup. Yang harus dihancurkan adalah infrastruktur ekonominya, yaitu aset hasil kejahatan,” ungkap Maradona.
Menurutnya, pendekatan NCB merupakan respons atas keterbatasan mekanisme konvensional yang mengharuskan adanya putusan pidana terlebih dahulu. Dalam banyak kasus, proses pembuktian pidana yang mensyaratkan standar “beyond reasonable doubt” justru menjadi hambatan dalam mengembalikan aset negara, terutama ketika pelaku melarikan diri, meninggal dunia, atau tidak dapat dihadirkan di persidangan.
Tren global juga menunjukkan pergeseran ke arah penguatan mekanisme perampasan aset tanpa vonis pidana. Berbagai instrumen internasional seperti UNCAC hingga regulasi Uni Eropa mendorong negara-negara untuk mengadopsi skema tersebut sebagai bagian dari upaya pemberantasan kejahatan lintas negara.
“Non-conviction based forfeiture ini bukan lagi pilihan, tapi sudah menjadi keniscayaan dalam banyak sistem hukum modern,” tegas Maradona.
Meski demikian, dia mengakui bahwa penerapan NCB harus tetap menjamin perlindungan terhadap hak-hak individu, termasuk hak milik dan hak atas proses hukum yang adil (due process of law). Oleh karena itu, desain hukum acara menjadi kunci untuk memastikan keseimbangan antara efektivitas penegakan hukum dan perlindungan hak asasi manusia.
Kepala Badan Keahlian DPR, Prof. Bayu Dwi Anggoro pun menambahkan bahwa RUU Perampasan Aset yang tengah disusun mengadopsi pendekatan kombinasi antara mekanisme in personam (berbasis putusan pidana) dan in rem (berbasis aset), atau yang dikenal sebagai double track system.
















