Atas informasi itu, kata Harry, Komisi XI meminta rumusan yang tepat dari PPATK. Rumusan ini nantinya dapat menjadi bahan bagi Komisi dalam melakukan uji kelayakan kepatutan dan penilaian terhadap calon. "Kita minta rumusan resmi dari PPATK nanti tentang yang satu ini dan besok akan diberikan rumusan resminya sehingga menjadi bahan dari Komisi XI untuk pengambilan keputusan pada Rabu (4/9) malam," ujarnya.
Sebagaimana diketahui, ada dua calon DGS BI yang akan mengikuti fit and proper test. Kedua calon DGS BI tersebut adalah Mirza Adityaswara, yang kini menjabat Kepala Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Sebelum menjabat Ketua LPS, Mirza pernah menjabat Kepala Ekonom PT Bank Mandiri Tbk.
Sementara untuk calon kedua adalah Anton Gunawan. Ia merupakan Kepala Ekonomi dari PT Danamon Tbk. Pencalonan DGS tersebut disampaikan presiden dalam suratnya bernomor R-39/Pres/8/2013 tertanggal 15 Agustus 2013. Kedua kandidat tersebut akan mengisi sisa masa jabatan dari DGS BI Darmin Nasution.
Anggota Komisi XI Arif Budimanta berharap siapapun yang terpilih menjadi DGS BI, nantinya dapat meredam fluktuasi yang tengah terjadi di pasar sekarang ini. "Tidak ada waktu Deputi Gubernur Senior BI untuk mengatakan saya akan pelajari dulu masalahnya. Jangan begitu. Harus langsung bekerja menghadapi kondisi pasar yang berat sekarang ini," kata politisi dari PDIP tersebut.
Menurut Arif, pentingnya meredam fluktuasi pasar terutama nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) karena kondisi perekonomian Indonesia saat ini tengah terguncang, sehingga nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah. DGS terpilih nantinya adalah orang yang matang dalam menghadapi ekspektasi pasar.
"Kan mereka di market. Harusnya paham ekpektasi pasar. Karenanya, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pengambilan kebijakan dalam aspek ekspektasi pasar," ujar Arif.
Ia mengatakan, Komisi XI sendiri sudah siap untuk memilih salah satu dari dua calon. Menurutnya, untuk memutuskan siapa yang terpilih menjadi DGS BI. Selain meminta masukan dari PPATK, Komisi XI juga akan meminta masukkan kepada sejumlah ahli di bidangnya agar pengambilan keputusan dapat terjadi secara memadai dan matang.
















