Menteri Agama di era 1998 ini mengenang Ibrahim sebagai pribadi yang memiliki hubungan baik dengan banyak kalangan tanpa memandang latar belakang agama maupun suku. Menurutnya, begitulah hubungan antar sesama manusia, tidak melihat suku, bangsa, atau agama, bahwa semua manusia yang percaya kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ketetapan Tuhan
Dalam tausiyahnya, Quraish Shihab mengingatkan kematian merupakan bagian dari ketetapan Tuhan yang tidak dapat ditunda maupun dipercepat oleh manusia. Ia menggambarkan hidup sebagai rangkaian tugas yang dijalani setiap orang dengan waktunya masing-masing.
Menurutnya, ada manusia yang menyelesaikan tugas hidupnya lebih cepat, sementara yang lain diberi waktu lebih panjang. Dalam pandangannya, wafatnya seseorang dapat dimaknai sebagai selesainya tugas yang dipercayakan Tuhan kepadanya.
“Kita semua saat ini tengah menunggu. Sudah ada tiket di tangan, tinggal keberangkatan,” katanya.
Quraish juga menyinggung pentingnya mendoakan orang-orang yang telah wafat serta menjaga optimisme dalam memandang kehidupan dan kematian. Ia menutup refleksinya dengan menyampaikan bahwa surga adalah anugerah Tuhan, layaknya warisan yang ditetapkan oleh-Nya.
“Warisan itu tidak bisa dikejar, karena warisan adalah anugerah. Tuhan yang menentukan,” ujarnya.
Peringatan satu tahun wafatnya almarhum Ibrahim Sjarief Assegaf menjadi ruang untuk mengenang bukan hanya sosok profesional di bidang hukum, tetapi juga pribadi yang meninggalkan kesan mendalam bagi keluarga, sahabat, dan orang-orang terdekatnya.
Semasa hidupnya, Ibrahim Sjarief Assegaf dikenal sebagai sosok yang tak hanya berkiprah di dunia praktik hukum, tetapi juga ikut mendorong perkembangan ekosistem hukum di Indonesia. Ia menjadi salah satu pendiri Hukumonline dan turut berperan dalam pengelolaan Pusat Studi Hukum dan Kebijakan (PSHK), sebagai bagian dari upayanya menghadirkan akses dan pemikiran hukum yang lebih terbuka serta progresif.
Bagi para kolega dan sahabatnya, Ibrahim dikenang sebagai praktisi, akademisi, sekaligus aktivis hukum yang berdedikasi tinggi dan memegang teguh integritas. Hingga akhir hayatnya, ia menjabat sebagai Managing Partner Assegaf Hamzah & Partners, salah satu kantor hukum terkemuka di Indonesia.
















