Saat ini ASAHI beranggotakan 3,624 orang yang tersebar di seluruh Indonesia dengan berbagai latar belakang profesi. Memang kehadiran wadah ASAHI bagi kalangan auditor hukum dari berbagai lingkungan bertujuan agar kesadaran hukum semakin bertumbuh serta meningkatkan ketaatan hukum dalam penerapan dan penegakannya. Selain itu, ASAHI ditujukan untuk terbinanya auditor hukum andal, berkualitas, bermoral, akuntabel, berkomitmen, serta bertanggung jawab.
“Klasifikasi auditor hukum ada yang internal atau in-house legal auditor, kemudian ada auditor hukum pengawas (supervisory legal auditor) ini yang kalau di pemerintahan inspektorat ya. Lalu auditor hukum independen (independent legal auditor), dan ada pendukung auditor hukum seperti audit keuangan, audit forensik, dan lain-lain,” terang Founding Partner Harvardy, Marieta & Mauren – Attorneys at Law itu di hadapan puluhan mahasiswa Magister Ilmu Hukum UGM.
Berkenaan dengan audit hukum, disampaikan Harvardy, merupakan suatu kegiatan pemeriksaan dan analisis hukum terhadap penerapan berbagai ketentuan hukum atau ketentuan peraturan perundang-undangan oleh pihak-pihah tertentu yang menjadi target audit hukum.
Berhubungan dengan kepatuhan hukum atau legalitas yang bersangkutan, harta kekayaan atau aset dan kewajiban atau utang, transaksi dan perbuatan-perbuatan hukum, dan/atau kegiatan-kegiatannya, serta berbagai permasalahan hukum yang dihadapi.
Lebih lanjut mengenai audit hukum, digariskan mencakup empat ruang lingkup. Antara lain identifikasi dan verifikasi terhadap subjek hukum, objek hukum, transaksi/perbuatan hukum, dan terhadap permasalahan/sengketa hukum. “Dengan adanya profesi auditor hukum itu secara umum, secara khususnya ASAHI. Ini bisa memberikan kontribusi kita untuk bisa sama-sama menjaga, mengawal, penegakan hukum di Indonesia.”
Patut diketahui, kesempatan siang itu menjadi langkah awal sinergi antara MIH 44 UGM Jakarta dengan ASAHI. Adapun acara berjalan dengan kondusif dan diwarnai dengan tingginya antusiasme mahasiswa menyimak hingga secara proaktif melontarkan berbagai pertanyaan dalam sesi tanya-jawab.
“Universitas Gadjah Mada, khususnya MIH 44 UGM Jakarta, senantiasa menjalin kerja sama kepada seluruh organisasi dalam rangka pemenuhan pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Ketua MIH 44 UGM Jakarta, Nico Stefa Sigiro.
















