Skandal Korupsi Ketua PN Jaksel, Momentum Evaluasi Integritas Kualitas Hakim
Terbaru

Skandal Korupsi Ketua PN Jaksel, Momentum Evaluasi Integritas Kualitas Hakim

Komunitas hakim agar peduli dalam merawat wibawa dan martabat profesi maupun lembaga peradilan.

Mochamad Januar Rizki
Bacaan 2 Menit
Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo. Foto: Istimewa
Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo. Foto: Istimewa

Dunia peradilan Indonesia sedang tercoreng seiring terjerat suap Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan (KPN Jaksel) Muhammad Arif Nuryanta, bersama tiga hakim lainnya yakni Djuyamto, Agam Syarif Baharudin dan Ali Muhtarom dalam perkara ekspor minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil (CPO). Para pelaku dinyatakan oleh tim penyidik Kejaksaan Agung menerima suap senilai Rp 60 miliar.

Menanggapi permasalahan tersebut, Anggota Komisi III DPR, Bambang Soesatyo menyampaikan rasa kekecewaannya atas kasus yang mencoreng dunia peradilan ini. Menurutnya, kasus ini harus jadi momentum perbaikan dunia peradilan agar tidak terulang lagi kasus hakim yang menerima suap.

“Saya dari Komisi III serahkan sepenuhnya kepada penegak hukum untuk penegakan terhadap hakim-hakim tersebut. Ini perbaikan tidak hanya di pengadilan negeri tapi semua tingkatan pengadilan,” ujar Bambang saat dijumpai di Jakarta, Kamis (17/4/2025).

Baca juga:

Dia melanjutkan perbaikan perlu dilakukan di tingkat kesejahteraan hingga akhlak para hakim. Sebab para hakim adalah ’wakil Tuhan’. Selain itu hakim merupakan pintu terakhir suatu perkara hukum setelah proses penyelidikan dan penyidikan.

Politisi Partai Golkar itu mendorong komunitas hakim agar peduli dalam merawat wibawa dan martabat profesi maupun lembaga peradilan. Mahkamah Agung (MA) dan komunitas hakim hendaknya realistis dengan fakta  tentang meningkatnya persepsi  negatif masyarakat sebagai konsekuensi logis dari terbongkarnya  rangkaian kasus yang menggambarkan  perilaku buruk sejumlah oknum hakim.

”Kami tidak akan bosan untuk terus menyuarakan  dan mengingatkan  apa yang menjadi harapan semua orang yakni pengadilan sebagai benteng  terakhir penegakan hukum bagi terwujudnya keadilan,” ujarnya.

Tags:
Hukumonline Newsroom

Kami Hadir di Instagram

Dapatkan kabar berita pilihan melalui feeds Instagram Hukumonline Newsroom

BERITA TERKAIT

2026 Hak Cipta Milik Hukumonline.com
Cookies Info