‘Surat Cinta’ Sri Mulyani Pasca OTT Pegawai Pajak
Berita

‘Surat Cinta’ Sri Mulyani Pasca OTT Pegawai Pajak

Ia terus mendorong jajaran Kemenkeu untuk tetap melawan korupsi.

Oleh:
FNH
Bacaan 2 Menit
Sri Mulyani (nomor 2 dari kiri) dalam konpres pasca OTT pegawai pajak, bersama pimpinan KPK. Foto: RES
Sri Mulyani (nomor 2 dari kiri) dalam konpres pasca OTT pegawai pajak, bersama pimpinan KPK. Foto: RES
Di saat Pemerintah tengah gencar mensosialisasikan program pengampunan pajak, justru ada pegawai Ditjen Pajak yang ‘merusak’ kepercayaan publik.  Seorang pejabat eselon III Ditjen Pajak berinisial HS tertangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menerima uang dari pengusaha berinisial RRN. Belakangan, inisial itu dihubungkan dengan Kasubdit Bukti Permulaan Ditjen Pajak Handang Soekarno, dan Dirut PT  E.K. Prima, Rajesh Rajamohanan Nair. KPK sudah menetapkan keduanya sebagai tersangka.   HS diduga menerima uang sejumlah AS$ US148.500 atau setara dengan Rp1,9 miliar dari RRN. Penerimaan uang itu terkait dengan pengurusan permasalahan pajak perusahaan RRN, antara lain PT EK Prima yang mendapatkan surat tagihan pajak sebesar Rp78 miliar.   Kembali terulangnya pegawai pajak terjerat kasus korupsi membuat kecewa Menteri Keuangan Sri Mulyani kecewa. Reformasi birokrasi yang sudah dan tengah dibangun Kemenkeu kembali tercoreng. Sri Mulyani hadir saat KPK melansir hasil OTT itu, dan kemudian mengirimkan ‘surat cinta’ kepada seluruh pegawai Kemenkeu, Selasa (22/11).   ‘Surat cinta’ tulisan tangan Sri dimuat di atas dua lembar kertas. Inti surat tersebut adalah himbauan untuk terus bekerja secara jujur dan menjaga integritas. Seluruh jajaran diminta untuk bekerja lebih giat lagi untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.   Berikut isi ‘surat cinta’ Sri Mulyani untuk seluruh jajaran di Kemenkeu.                

Kita bersama-sama mampu melawan korupsi

Sri Mulyani Indrawati










22 November 2016

Seluruh jajaran dan staf Kementerian Keuangan yang saya cintai dan banggakan.

Hari ini kita semua telah dikecewakan dengan kejadian penangkapan seorang Kepala Subdit di Direktorat Jenderal Pajak oleh KPK dalam operasi tangkap tangan di Jakarta. Sebelumnya kita juga mendapat berita penangkapan aparat Bea Cukai oleh Kepolisian RI di Semarang.

Saya, dan kita semua yang memiliki komitmen untuk menjalankan tugas dan amanah menjaga dan mengelola keuangan negara dengan penuh integritas, kejujuran, profesional, dan dedikasi tinggi pasti merasakan kekecewaan yang mendalam atas tindakan mereka yang mengkhianati nilai-nilai baik dan prinsip integritas yang kita jaga.

Kekecewaan kita harus kita salurkan dengan bekerja lebih baik lagi dan bekerja keras untuk mencapai prestasi yang lebih tinggi.

Kita akan bersama-sama membersihkan Kementerian Keuangan dari oknum-oknum yang telah mencoreng nama baik dan reputasi institusi kita. Kita bersama-sama akan meneruskan reformasi dan transformasi kelembagaan agar Kementerian Keuangan menjadi institusi yang bersih, professional, kompeten, dan bermartabat serta kredibel/dipercaya.

Besok pagi kita akan tetap berdiri tegar, menatap dengan percaya diri, bahwa kita mampu membangun Kementerian Keuangan yang dapat dipercaya dan dibanggakan oleh rakyat dan bangsa Indonesia.

Karena saya percaya bahwa sebagian sangat besar jajaran dan pegawai Kemenkeu adalah mereka yang jujur dan berintegritas tinggi. Mereka yang tidak lelah mencintai Indonesia dengan terus setia berbuat baik dengan membangun Negara kita menjadi Negara yang maju, adil, makmur dan bermanfaat.
Tags:

Berita Terkait