Di luar persoalan akses informasi, Alamsyah mengomentari sistem remunerasi yang ternyata gagal mewujudkan reformasi birokrasi. Kasus Gayus menjadi bukti kegagalan itu. “Selama ini orang menganggap remunerasi jurus ampuh. Ketika ada kasus Gayus, orang kemudian menilai remunerasi tidak berhasil,” tukasnya.
Remunerasi, menurut Alamsyah, sebenarnya hanya cocok untuk perbaikan kinerja aparat. “Misalnya orang dulu malas sekarang jadi rajin, yang dulu cari kerja sampingan, sekarang tidak, jadi fokus,” ujarnya. Bagaimanapun, lanjutnya, pengawasan internal yang efektif menjadi kunci.
















