Berita

Tanpa Kisi-Kisi, KPU Jamin Kerahasiaan Pertanyaan Debat Capres

KPU akan menyiapkan satu segmen yang waktunya tidak dibagi termin per termin oleh moderator.

Oleh:
Moh. Dani Pratama Huzaini
Bacaan 2 Menit
Pasangan capres dan cawapres mengapit ketua KPU Arief Budiman sebelum debat pilpres tahap pertama. Foto: RES
Pasangan capres dan cawapres mengapit ketua KPU Arief Budiman sebelum debat pilpres tahap pertama. Foto: RES

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah memutuskan debat pasangan Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden tahap kedua tanpa pemberian kisi-kisi kepada pasangan calon layaknya debat tahap pertama. Perubahan mekanisme debat ini menimbulkan kekhawatiran, daftar pertanyaan yang akan diajukan bocor. Namun KPU sendiri meyakinkan publik dengan menjamin tidak akan terjadi kebocoran daftar pertanyaan sebelum debat berlangsung.

 

Ketua KPU Arief Budiman menegaskan KPU telah berusaha keras agar daftar pertanyaan atau soal-soal yang dibuat tim panel dirahasiakan. Tidak ada orang lain yang  mengetahui isi pertanyaan. Menurut Arief, KPU dan sekretariat sudah bekerja secara maksimal sehingga baik publik maupun pemangku kepentingan lainnya tidak perlu khawatir atas kbocoran pertanyaan. “Jangan khawatir Insyaallah tidak akan bocor,” ujar Arief dalam rapat koordinasi terkait persiapan debat tahap II, Jumat (25/1), di Kantor KPU.

 

Penegasan ini disampaikan Arief menyusul adanya permintaan dari Badan Pemenangan Nasional Pasangan nomor urut 02. Pihak paslon 02 mengingatkan panelis yang ditunjuk KPU di bawah sumpah dan tidak membocorkan pertanyaan yang disusun demi menjamin profesionalitas dan imparsialitas mereka. “Bahwa semua di bawah sumpah baik panelis maupun pejabat terasnya yang berkaitan ini, untuk tidak membocorkan apapun soal kisi-kisis pertanyaan,” ujar juru bicara BPN, Priyo Budi Santoso.

 

(Baca juga: Debat Capres II Diminta ‘Bongkar’ Problem Isu Lingkungan dan SDA)

 

Hal senada juga disampaikan perwakilan Tim Kampanye Nasional Pasangan nomor urut 01, Lukman Edy, yang mengingatkan tentang perlunya mekanisme yang bisa memberikan keyakinan kepada publik banhwa pertanyaan-pertanyaan tertutup yang dibuat oleh para panelis terjamin tanpa kebocoran. “Bahkan mungkin kepada KPU sendiri. Pada komisioner KPU sendiri tidak tahu kisi-kisi pertanyaan itu. Ini hanya untuk panelis. Jadi bukan KPU yang di bawah sumpah. Tapi panelis yang di bawah sumpah. Komisioner KPU pun tidak tahu. Saya ingin supaya tidak ada prasangka,” ujar Lukman Edy di tempat yang sama.

 

Dmi meyakinkan tim dari kedua pasangan calon, Arief menuturkan tidak ada komisioner KPU lain yang menerima daftar pertanyaan dari panelis. Untuk itu, jika dianggap perlu  meningkatkan kepercayaan publik Arief megusulkan agar daftar pertanyaan dari tim panelis tidak perlu diberikan kepada komisioner KPU. “Nanti tidak usah satu pun Komisioner tahu saya lebih senang, supaya tidak ada kecurigaan”.

 

Namun sepanjang proses penyusunan daftar pertanyaan, Arief menuturkan sering terjadi konsultasi antara panelis dan komisioner terkait rencana substansi pertanyaan sehingga dalam posisi demikian komisioner KPU kerap kesulitan untuk menghindar dari akibat mengetahui gambaran umum pertanyaan yang akan disusun oleh panelis. “Tapi seringkali mereka tanya kepada kami, bagaimana saya kalau begini, begini, begini, jadi agak kesulitan kita,” terang Arief.

 

Arief juga meyakinkan bahwa komisioner KPU tidak terlibat dalam proses penyususnan, mulai dari rapat hingga alat kerja yang dipakai oleh para panelis saat menyusun daftar pertanyaan. Namun ia mengingatkan bahwa publik juga tidak bisa membayangkan daftar pertanyaan hanya akan diketahui panelis, karena toh daftar pertanyaan itu harus diserahkan kepada moderator. “Moderator harus memahami betul konstruksi pertanyaan seperti apa yang disusun panelis. Jadi nanti kami akan undang moderator dan panelis dan bila perlu harus memenuhi unsur-unsur tadi imparsial, profesional, tidak membocorkan,” urai Arief.

Tags:

Berita Terkait