“Kita sedang memasuki era baru. HKHPM baru, pemerintahan baru, dan konsep-konsep baru di sektor keuangan. Ini adalah waktu yang tepat untuk berinovasi dan memperkuat profesionalisme, sehingga sektor keuangan kita menjadi lebih sehat dan stabil,” katanya.
Selain itu, Ia juga menyoroti perkembangan teknologi, terutama artificial intelligence (AI), yang semakin relevan di berbagai bidang, termasuk hukum. Menurutnya, teknologi dapat menjadi peluang besar sekaligus membawa risiko yang perlu diantisipasi.
“Teknologi itu selalu seperti pisau bermata dua. Di satu sisi, memberikan kemudahan luar biasa, tapi di sisi lain, ada risiko besar jika tidak dikelola dengan baik. Kita harus mengenali peluang dari teknologi seperti AI, tapi juga menyiapkan langkah mitigasi untuk dampaknya,” tegasnya.
Ia menambahkan, kejujuran dan integritas akan tetap menjadi pondasi penting dalam menghadapi tantangan teknologi. Teknologi baginya hanyalah alat, yang paling penting tetaplah integritas manusia yang menggunakannya, sehingga jika tanpa integritas, teknologi bisa menjadi bumerang.
Meskipun 2025 diprediksi penuh dengan ketidakpastian, Haris menekankan pentingnya menjaga optimisme dan semangat dalam menjalankan profesi. Menurutnya, tantangan ekonomi global dan politik harus dijawab dengan kerja keras, inovasi, dan kolaborasi.
“Kita tidak boleh kehilangan harapan. Ketidakpastian memang menjadi tantangan besar, tapi justru di situlah peluang untuk menunjukkan profesionalisme kita. Sebagai penyedia jasa hukum, kita harus terus bergerak dan berinovasi agar tetap relevan di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah,” katanya.
Lebih lanjut, Haris membagikan pelajaran penting dari tahun 2024 yang dapat dijadikan modal menghadapi tantangan ke depan. Menurutnya, pelajaran terbesar pentingnya tetap fokus, berinovasi, dan menjaga semangat, meskipun situasi tidak pasti. Ia kemudian mengingatkan bahwa tanggung jawab profesional hukum tidak hanya tentang kepatuhan pada aturan, tetapi juga bagaimana berkontribusi secara positif untuk menjaga stabilitas sektor keuangan.
“Keuangan adalah tulang punggung ekonomi, dan kita sebagai profesional hukum memiliki peran strategis untuk memastikan semua berjalan dengan baik. Dengan integritas dan profesionalisme, kita bisa menghadapi tantangan ini bersama-sama,” pungkasnya.
















