Selain partisipasi aktif masyarakat, Fadhil juga membahas mengenai tarif energi terbarukan untuk rakyat. Baginya, selama pemerintah masih memberikan subsidi kepada energi konvensional, transisi energi tidak mungkin dipercepat.
Ia menilai bahwa energi baru terbarukan tidak kompetitif apabila dibiarkan bersaing dengan energi fosil. "Sekarang ini kita harus menerima kenyataan bahwa energi baru terbarukan itu lebih mahal harganya dibandingkan dengan yang konvensional,” ujarnya.
Oleh karena itu, dia mendorong supaya kebijakan terkait energi konvensional dapat dibuat sedemikian rupa sehingga dapat bersaing dengan energi baru terbarukan. Contohnya, mengenakan pajak terhadap pemanfaatan energi konvensional. Kemudian, pajak tersebut digunakan untuk mensubsidi energi baru terbarukan.
Di akhir pemaparannya, Fadhil mengulang pentingnya keterlibatan masyarakat dalam penyusunan RUEN 2026-2035. "Saya kira kita memang harus mendorong penyusunan RUEN ini tepat waktu, aspiratif, dan juga partisipatif,” tutupnya.
















